Wali Kota Kendari, dr.Hj Siska Karina Imran dalam Pertemuan Koordinasi Bidang Kesehatan yang dirangkaikan dengan peluncuran (Launching) Kelurahan Siaga TBC dengan slogan “Kendari Tuntas TBC”, serta program pemeriksaan kesehatan gratis sekaligus intervensi stunting bagi ibu hamil dan balita bertajuk “Paket Sehat Spesial” di Kendari, Selasa (14/07/2026). Foto : Agus Setiawan
RADAR KENDARI – Pemerintah Kota Kendari terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui langkah-langkah preventif dan intervensi langsung.
Bertempat di salah satu hotel di Kota Kendari, Selasa (14/07/2026), Pemerintah Kota menggelar Pertemuan Koordinasi Bidang Kesehatan yang dirangkaikan dengan peluncuran (Launching) Kelurahan Siaga TBC dengan slogan “Kendari Tuntas TBC”, serta program pemeriksaan kesehatan gratis sekaligus intervensi stunting bagi ibu hamil dan balita bertajuk “Paket Sehat Spesial”.
Kegiatan strategis ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah (Sekda), para kepala dinas, camat, lurah, hingga kader Posyandu dan PKK se-Kota Kendari.
Dalam sambutannya, Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, menjelaskan bahwa peluncuran Kelurahan Siaga TBC merupakan langkah integratif untuk menekan angka penularan tuberkulosis secara masif.
Pemerintah Kota Kendari menetapkan 62 titik lokus (kelurahan) yang akan menjadi pusat identifikasi dini.
“Hari ini kita melaksanakan rapat koordinasi bidang kesehatan yang terintegratif, dirangkaikan dengan launching Kelurahan Siaga TBC. Kami menyebar 62 lokus atau titik yang nantinya menjadi pusat identifikasi untuk men-tracking semua faktor risiko, termasuk kondisi lingkungan yang terindikasi TBC,” ujar dr. Siska.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Kendari per Juni 2026, tren kasus TBC di Kota Kendari tercatat mengalami dinamika:
Dari total 923 kasus aktif yang terdeteksi hingga Juni 2026, Pemkot Kendari bergerak cepat dengan rincian penanganan:
Selain penanganan TBC, perhatian besar Pemkot Kendari juga tertuju pada percepatan penurunan stunting. Menjawab pertanyaan media mengenai penanganan stunting, dr. Siska menegaskan bahwa langkah intervensi tak pernah kendur dan terus membuahkan hasil positif.
“Sebenarnya angka stunting kita terus menurun. Pada tahun-tahun sebelumnya saat awal kami menjabat, tercatat ada sekitar 500 anak penderita stunting di Kota Kendari. Melalui berbagai strategi intervensi serentak, pada tahun 2025 kemarin angka ini berhasil kita turunkan menjadi 460 anak,” terang Wali Kota perempuan pertama Kendari ini.
Wali Kota juga menegaskan bahwa program Orang Tua Asuh Stunting yang melibatkan pejabat daerah masih berjalan konsisten hingga hari ini.
Guna memaksimalkan akurasi penanganan, ia meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Satgas Stunting segera merapatkan barisan untuk menyinkronkan data antara dinas dan Puskesmas.
“Sinkronisasi data ini sangat penting. Tugas Dinkes dan Satgas untuk memastikan data di lapangan sinkron, karena kita di daerah yang bermukim di sini dan melaksanakan langsung program ini, sehingga kitalah yang paling tahu kondisi riil masyarakat kita,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Pemkot Kendari turut mematangkan persiapan program “Paket Sehat Spesial”, yaitu Pekan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di tingkat kelurahan serta intervensi serentak pencegahan stunting pada balita dan ibu hamil yang dijadwalkan berlangsung dari 17 Juli hingga 17 Agustus 2026.
Data capaian CKG Kota Kendari menunjukkan performa yang sangat impresif melampaui target nasional:
“Meskipun capaian kita saat ini sudah melewati target nasional, kita tidak boleh cepat puas. Melalui program Paket Sehat Spesial yang akan kita mulai 17 Juli nanti, target CKG Kota Kendari kita naikkan menjadi 90 persen. Saya meminta dukungan penuh dari seluruh lurah, ketua RT/RW, LPM, hingga kader Posyandu untuk menggerakkan masyarakat memanfaatkan layanan gratis ini,” pungkas dr. Siska.
Dengan kolaborasi multi-sektor yang kuat dari level atas hingga perangkat kelurahan terkecil, Wali Kota Kendari optimistis seluruh tren negatif di bidang kesehatan, baik itu TBC maupun stunting, dapat ditekan secara signifikan demi mewujudkan masyarakat Kota Kendari yang sehat, tangguh, dan sejahtera.
Laporan : Agus Setiawan
Tidak ada komentar