Sherly Karno KENDARI – Seorang warga Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, bernama Sherly Karno, mengaku mengalami kejadian janggal pada rekening myBCA miliknya. Saldo di rekening tersebut disebut terus berkurang setiap hari melalui transaksi QRIS tanpa sepengetahuan dirinya.
Sherly mengaku pertama kali menyadari hal itu pada 14 Maret 2026, saat memeriksa mutasi rekening dan menemukan sejumlah transaksi keluar yang tidak pernah ia lakukan.
“Saya baru sadar tanggal 14 Maret, ternyata setiap hari ada transaksi QRIS ke rekening yang tidak saya kenal. Padahal saya tidak pernah klik atau akses apa pun,” ujarnya dalam video yang diunggah di akun media sosial miliknya dilansir dari Media Online Kendari Info, Sabtu (18/04/2026).
Menurut Sherly, transaksi misterius itu terjadi hampir setiap hari dengan nominal bervariasi. Bahkan dalam satu hari, total dana yang keluar disebut bisa mendekati Rp1 juta.
“Jamnya juga tidak menentu, tapi sering terjadi antara subuh sampai pagi. Kadang jam 3 pagi sampai jam 10 pagi,” katanya.
Hal yang semakin membuatnya curiga, kata Sherly, setiap transaksi tersebut tidak disertai notifikasi keluar seperti biasanya saat ia melakukan pembayaran menggunakan QRIS secara normal.
“Kalau saya sendiri yang transaksi, pasti ada notifikasi uang keluar. Tapi ini tidak ada sama sekali,” jelasnya.
Ia menduga kejadian tersebut mulai terjadi setelah dirinya menjual ponsel lama sekitar sebulan sebelumnya. Namun saat itu, ia belum mengira ada kemungkinan penyalahgunaan data atau akses terhadap perangkat lamanya.
“Sempat curiga, tapi saya pikir mungkin saya lupa. Ternyata setelah dicek terus, saldo memang terpotong tiap hari,” ungkapnya.
Dari hasil pengecekan mutasi rekening, transaksi tersebut mengarah ke beberapa rekening berbeda yang diduga terkait aktivitas ilegal. Kerugian yang dialami pun disebut tidak sedikit karena terjadi berulang kali.
Sherly mengaku sudah mendatangi pihak bank untuk melaporkan kejadian tersebut. Namun solusi yang diberikan dinilai belum menjawab akar persoalan.
“Saya sudah ke bank, disarankan tutup rekening, ganti HP, dan ganti nomor. Tapi menurut saya itu bukan solusi utama,” ujarnya.
Untuk mencegah kerugian lebih lanjut, ia akhirnya memutuskan menutup rekening lama. Sherly juga berharap ada kejelasan terkait penyebab kejadian itu agar tidak menimpa nasabah lain.
Saat dikonfirmasi, Sherly membenarkan kasus tersebut telah diadukan ke pihak bank. “Sudah saya mengadu ke bank BCA Wuawua. Tapi disarankan menutup rekening,” bebernya.
Meski demikian, ia memilih tidak membawa kasus itu ke ranah hukum. Sherly hanya mengimbau masyarakat, khususnya pengguna aplikasi perbankan digital, agar lebih berhati-hati dan waspada terhadap modus serupa.
Hingga berita diterbitkan, pewarta media ini masih berupaya menghubungi pihak BCA dan otoritas terkait untuk mendapatkan klarifikasi (hak jawab) atas pemberitaan ini.
Sumber : Media Online Kendari Info
Editor : Agus Setiawan
Tidak ada komentar