Wajah Glowing Tak Bisa Bohong, Absensi Face ID Pemkot Kendari Sukses ‘Sunat’ TPP ASN Nakal Sampai Rp1 Miliar

waktu baca 2 menit
Sabtu, 13 Jun 2026 19:52 64 radarkendari.id

RADAR KENDARI – Zaman sekarang, muka itu bukan cuma aset buat cari jodoh di aplikasi kencan, tapi juga penentu ketebalan dompet para Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Kendari.

Berkat kebijakan “baca muka” alias sistem absensi Face ID yang diinisiasi oleh Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM, para ASN kini tidak bisa lagi mengandalkan jurus titip absen atau datang mepet pulang cepat.

Hasilnya? Luar biasa unik. Alih-alih tekor, kas daerah malah makin gemuk karena berhasil menghemat anggaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) hingga hampir Rp1 miliar.

Hingga April 2026, tercatat anggaran TPP PNS yang berhasil diselamatkan dari absensi yang bolong-bolong mencapai Rp897.342.783.

Usut punya usut, penghematan ini bukan karena pemerintah pelit, melainkan karena kamera Face ID mencatat kehadiran ASN secara jujur, seobjektif penilaian netizen di media sosial.

Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM, dengan santai tapi tegas menjelaskan bahwa sistem ini bukan buat gaya-gayaan atau bikin ribet ASN.

“Penerapan absensi Face ID bukan untuk mempersulit ASN, tetapi untuk memastikan bahwa setiap hak yang diterima sesuai dengan kewajiban yang telah dilaksanakan. Ini bentuk komitmen kita menciptakan budaya kerja yang profesional,” ujar Siska Karina Imran.

Berdasarkan data detektif digital Face ID dari Januari hingga April 2026, ada beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menyumbang efisiensi paling jumbo.

Apakah ini tanda pegawainya sering telat atau saking disiplinnya sistem memotong yang tidak berhak? Biar data yang berbicara: Dinas Pertanian Kota Kendari Rp240,3 Juta, Bapenda, Rp120,7 Juta, BKAD Rp107,6 Juta, Bappeda Rp92,2 juta.

Duit jatah TPP yang hangus karena faktor kedisiplinan ini dipastikan tidak akan masuk ke kantong pribadi pejabat. Wali Kota Kendari menegaskan, dana segar hampir Rp1 miliar dalam empat bulan ini bakal dialihkan untuk mendanai program pembangunan kota dan meningkatkan pelayanan publik yang langsung menyentuh masyarakat.

Penerapan Face ID ini membuktikan satu hal Di era digital, teknologi digital jauh lebih ampuh menegakkan disiplin ketimbang sekedar khotbah di apel pagi.

Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA