Pemkot Kendari Panen Padi Sawah Ditengah “Badai” El Nino

waktu baca 5 menit
Rabu, 8 Nov 2023 23:01 159 radarkendari.id

Kendari – Badai El Nino melanda seluruh wilayah tanah air termasuk Kota Kendari. Dampaknya, lahan pertanian (sawah) masyarakat mengalami kekeringan. Di Kendari, 100 hektar sawah dilaporkan rusak karena El Nino. Beruntung, kemarau berkepanjangan itu tidak merusak semua lahan petani. Sekira 219 hektar masih bisa di panen. Kemarin, Penjabat (Pj) Wali Kota Kendari, Asmawa Tosepu berkesempatan memanen padi sawah di Kawasan Amohalo.

Pj Wali Kota Kendari, Asmawa Tosepu didampingi Kepala Dinas Pertanian Kota Kendari, Sahuriyanto menyalurkan bantuan kepada petani di Kawasan Persawahan Amohalo.

Asmawa Tosepu tak menampik jika dampak dari El Nino ini tidak hanya berdampak terhadap hewan dan tumbuhan di alam, akan tetapi juga berdampak kepada manusia terutama dari aspek kebutuhan air bersih.

“Tetapi kita kembalikan lagi kepada kebesaran Allah Subhanahu wa Taala, Tuhan yang maha kuasa di tengah-tengah kekeringan ini (El Nino) dari 319 hektare lahan sawah yang ada dikawasan ini 219 hektarnya masih bisa di panen,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Asmawa mengapresiasi kegigihan petani di Amohalo yang mengupayakan padi sawah tidak mengalami kekeringan. “Ini semua adalah gambaran bahwa masyarakat terutama yang tergabung dalam Gapoktan Samaendre ini bisa dikatakan sudah mandiri dalam konteks pangan.

“Minimal hasilnya nanti untuk kebutuhan hidup keluarga sudah terpenuhi, apalagi berbicara upaya dan ikhtiar kita untuk menekan angka inflasi,” ungkapnya.

Kepala Biro Umum Kemendagri ini juga prihatin terdapat sebanyak 100 hektar lahan sawah yang gagal panen akibat kekeringan

“Mudah-mudahan dengan intervensi pemerintah melalui dinas pertanian ini akan bisa mengurangi, harapannya meski ada yang gagal panen tetapi tidak sebanyak itu.,” kata Asmawa Tosepu.

Sebagai bentuk dukungan, pihaknya menyalurkan bantuan bibit tanaman produktif kepada petani sebagai salah satu alternatif dalam menghadapi fenomena El Nino. Selain itu, pihaknya juga menyalurkan bantuan dua mesin pompa air untuk mengairi lahan persawahan masyarakat.

Kemarau Panjang, Stop Boros Pangan

Kemarau panjang melanda sebagian besar wilayah ditanah air. Kondisi tersebut berdampak terhadap stok pangan. Merespon hal tersebut, Pemerintah Kota Kendari mengeluarkan Surat Edaran Nomor 521/3464 Tahun 2023 tentang Gerakan Selamatkan (Gemakan Pangan).

Pj Wali Kota Kendari, Asmawa Tosepu membuat makanan tradisional sinonggi sebagai salah satu alternatif pemenuhan pangan.

Penjabat (Pj) Wali Kota Kendari, Asmawa Tosepu mengatakan, poin utama Surat Edaran yang dikeluarkan yakni mengajak masyarakat agar tidak boros pangan.

“Kami mendorong masyarakat untuk tidak boros bahan pangan lewat pengurangan separuh food waste yang masih aman dan bergizi untuk dikonsumsi per kapita. Sehingga
diperlukan suatu gerakan bersama, kolaborasi dan sinergis yang diberi nama Gerakan Selamatkan Pangan (Gemakan Pangan) Kota Kendari,” ungkap Asmawa Tosepu.

Sebagai bentuk intervensi, pihaknya dalam surat edaran tersebut menekankan semua pihak dalam hal ini Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat, Lurah, Kepala Sekolah, Kepala Puskesmas dan Tim Penggerak PKK untuk aktif melaksanakan sosialisasi dan edukasi stop boros pangan dilingkungan sekitar.

“Bentuk dukungan berupa banner, leaflet atau spanduk dan media lainnya serta materi sosialisasi dan kampanye dapat berkoordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari,” ungkap Asmawa.

Terpisah, Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kota Kendari, Abdul Rauf mengungkapkan stok pangan di Kota Kendari masih tersedia. Berdasarkan data yang diterima dari Bulog, stok pangan khusus beras masih tersedia 2 ribu ton.

Kendati demikian, pihaknya tetap menjalankan program Gemakan Pangan mengingat dampak El Nino yang melanda Kota Kendari saat ini. Kondisi kemarau yang berkepanjangan berpotensi mengurangi hasil panen petani.

Rauf menambahkan, lewat Program Gemakan Pangan ini, pihaknya selain mengimbau masyarakat tidak boros makan, pihaknya akan menggaungkan pemanfaatan pangan lokal “Sikkato” atau yang lebih dikenal dengan arti Sinonggi, Kambose, Kasuami, dan Kabuto (makanan khas Sulawesi Tenggara).

“Sikkato bisa jadi alternatif dimasa krisis pangan yang berpotensi terjadi. Masyarakat tidak boleh boros pangan. Makan yang sewajarnya untuk menjaga ketahanan pangan tetap terjaga dan memenuhi kebutuhan semua masyarakat,” pungkasnya.

Mensukseskan Sensus Pertanian 2023

Pj Wali Kota Kendari Asmawa Tosepu menerima kunjungan kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kendari, terkait rencana sensus pertanian tahun 2023. Kunjungan itu berlangsung di ruangan Wali Kota Kendari, Kamis (15/06/2023).

Pj Wali Kota Kendari, Asmawa Tosepu.

Pj Wali Kota Kendari Asmawa Tosepu mengungkapkan, Sensus Pertanian ini sangat penting dalam rangka penataan kondisi di sektor pertanian.

“Dengan penataan ini sangat penting karena, kemudian pemerintah bisa mengetahui secara akurat apa potensi yang ada dimiliki oleh warga, termasuk bisa kita ukur pendapatannya, serta bisa berikan kontribusi pendapatan dari sektor pertanian terhadap pendapatan secara keseluruhan,” ujarnya.

Dia juga mengatakan, jika ada informasi dari petugas sensus pertanian agar bisa disampaikan kepada warga, misalnya informasi akses terhadap permodalan. Pemerintah juga membuka kesempatan kepada para petani untuk mengakses penambahan permodalan dan lain sebagainya.

“Mudah-mudahan hasil sensus pertanian tahun 2023 ini agar bisa digunakan dan mengkontribusi dalam rangka kita membangun satu wilayah Indonesia,” ungkapnya.

Pj Wali Kota Kendari mengimbau, kepada seluruh masyarakat khusunya Kota Kendari untuk memberikan informasi yang akurat sesuai dengan keadaan ril dalam pelaksanaan sensus pertanian tahun 2023.

“Karena hasil sensus ini akan menjadi bahan rekomendasi dalam rangka pengambilan kebijakan, tidak hanya di bidang pertanian, tapi bisa jadi kebijakan nasional secara umum,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kendari Martini menyatakan, dalam pertemuan kali ini adalah untuk mendata usaha pertanian pribadi Pak Pj Wali Kota Kendari, mulai dari ketahanan pangan, perkebunan dan peternakan yang ada di kampung halaman di Kecamatan Moramo dan di Kecamatan Wawotobi.

“Sensus pertanian sudah dilakukan sejak tanggal 1 Juni hingga 31 Juli selama dua bulan, Kota Kendari ini terbagi ada dua, ada yang wilayah konsentrasi dan ada wilayah non konsentrasi.Yang wilayah konsentrasi itu dilakukan secara door to door ,untuk wilayahnya itu berada di sebagian besar kota kendari,” ungkapnya.

Dia juga menuturkan, petugas sensus Pertanian Kota Kendari kali ini, melibatkan 112 orang mitra andalan BPS, baik RT maupun kelurahan. Mereka sudah dibagi di wilayah kerja masing masing.

Kepala BPS meminta masyarakat untuk memberikan informasi yang jujur dan berpartisipasi aktif melaporkan pada BPS apabila mempunyai lahan pertanian yang berada di luar Kota Kendari. Agar petugas sensus bisa mengunjunginya. Dengan data yang akurat maka kebijakan yang diambil pemerintah bisa lebih baik.

(ADV)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA