Begini Kronologi Kaburnya Tahanan Polres Kolaka Utara

waktu baca 3 menit
Kamis, 2 Jul 2026 20:48 43 redaksi

RADAR KENDARI – Kepolisian Resor (Polres) Kolaka Utara bergerak cepat melakukan pengejaran terhadap sejumlah tahanan yang melarikan diri dari rutan Mapolres Kolaka Utara.

Hingga saat ini, polisi telah mempersempit ruang gerak para buron dan berhasil menangkap kembali satu orang tahanan.

Kapolres Kolaka Utara, AKBP Ritman Todoan, memberikan klarifikasi resmi guna meluruskan kronologi serta isu-isu liar yang beredar di media sosial terkait cara para tahanan tersebut meloloskan diri.

AKBP Ritman Todoan menjelaskan bahwa para tahanan tersebut melarikan diri melalui bilik jemuran pakaian yang posisinya masih berada di dalam area sel tahanan Polres.

Bilik jemuran tersebut dirancang dengan ventilasi dan teralis di bagian atasnya agar sinar matahari dapat masuk.

Peristiwa pelarian ini terjadi pada dini hari menjelang subuh, tepatnya sekitar pukul 03.30 WITA.

Akses menuju bilik jemuran tersebut harus melewati bilik utama sel yang areanya cukup luas dan biasa digunakan tahanan untuk beraktivitas termasuk salat berjamaah.

“Tepatnya pada pukul setengah empat subuh, para tahanan ini memasuki bilik jemuran. Mereka memanfaatkan situasi, lalu merusak ventilasi yang ada di bagian atas dan keluar lewat sana,” ujar AKBP Ritman Todoan.

Mengingat posisi ventilasi di lantai dua tersebut cukup tinggi, para tahanan diduga bekerja sama membuat tangga manusia (saling memanggul) untuk menjangkaunya.

Mereka kemudian mengikatkan selang air yang berada di bilik jemuran untuk memanjat ke atas.

Setelah berhasil melewati ventilasi, mereka turun ke luar gedung menggunakan replika tali yang dibuat dari beberapa kain sarung salat yang diikat menyatu.

Kapolres secara tegas membantah rumor yang simpang siur di media sosial bahwa para tahanan kabur setelah memotong teralis menggunakan gergaji besi.

“Saya jam 4 subuh sudah berada di Polres dan kami langsung melakukan olah TKP. Yang kami dapatkan di sana, tidak seperti itu (tidak ada gergaji besi). Mereka merusak ventilasi secara manual menggunakan tangga manusia dan bantuan selang air yang diikat,” tegas Kapolres.

Pihak kepolisian saat ini telah mengepung titik-titik yang dicurigai dan memastikan para tahanan yang tersisa masih berada di wilayah Kolaka Utara.

Dari pengejaran intensif tersebut, satu orang tahanan sudah berhasil diamankan kembali.

Berdasarkan pelacakan awal, terdeteksi ada tahanan yang melarikan diri ke arah utara dengan berjalan kaki, serta dua orang lainnya terindikasi mengarah ke bagian selatan yang saat ini masih terus diklarifikasi dan diburu oleh tim di lapangan.

Di akhir keterangannya, AKBP Ritman Todoan meminta dukungan penuh dari seluruh lapisan masyarakat agar sisa tahanan dapat segera ditangkap seluruhnya.

“Kami meminta dukungan serta doa dari masyarakat dan rekan-rekan media sekalian. Apabila ada warga yang melihat atau mencurigai orang asing di sekitarnya, mohon segera menghubungi call center kepolisian di nomor 110. Informasi dari masyarakat akan sangat membantu kami dalam mengejar sisa tersangka lainnya,” pungkasnya.

EDITOR : AGUS SETIAWAN

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA