BPJS Kesehatan Gandeng Media Perkuat Literasi Publik dan Keberlanjutan Program JKN

waktu baca 2 menit
Selasa, 12 Mei 2026 11:53 50 radarkendari.id

KENDARI – BPJS Kesehatan Kedeputian Wilayah IX bersama BPJS Kesehatan Cabang Kendari menggelar Media Workshop sebagai wadah mempererat sinergi dengan insan pers sekaligus memperkuat penyebarluasan informasi terkait Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Selasa (12/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi ruang diskusi terbuka antara BPJS Kesehatan dan media massa dalam mendukung keberlangsungan Program JKN di Sulawesi Tenggara.

Dalam forum itu, BPJS Kesehatan menegaskan pentingnya peran media sebagai mitra strategis dalam membangun pemahaman masyarakat terhadap layanan jaminan kesehatan nasional.

Deputi Direksi Wilayah IX BPJS Kesehatan, Asyraf Mursalina mengatakan, media memiliki posisi penting dalam menghadirkan informasi yang akurat dan berimbang mengenai implementasi Program JKN kepada masyarakat.

“Media bukan hanya menjadi penyampai informasi, tetapi juga mitra strategis dalam membangun literasi publik mengenai Program JKN. Karena itu, kami ingin membangun ruang dialog yang terbuka dan kolaboratif bersama insan pers,” ujar Asyraf.

Dalam kesempatan tersebut, BPJS Kesehatan juga memaparkan capaian kepesertaan JKN di Provinsi Sulawesi Tenggara per 1 Mei 2026.

Berdasarkan data BPJS Kesehatan, jumlah penduduk yang telah terdaftar sebagai peserta JKN mencapai 2.887.470 jiwa atau setara 100,38 persen dari total penduduk. Sementara peserta aktif tercatat sebanyak 2.485.553 jiwa atau sekitar 86,41 persen.

Asyraf menilai capaian tersebut tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara dalam memperluas cakupan kepesertaan dan menjaga keaktifan peserta JKN.

“Kolaborasi antara BPJS Kesehatan dan Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara berjalan sangat baik. Dukungan pemerintah daerah memiliki peran besar dalam memastikan masyarakat memperoleh perlindungan jaminan kesehatan melalui Program JKN,” ungkapnya.

Selain membahas perkembangan kepesertaan, BPJS Kesehatan juga menyoroti meningkatnya kasus penyakit katastropik seperti jantung, kanker, dan stroke yang menjadi tantangan serius dalam pembiayaan layanan kesehatan nasional.

Menurut Asyraf, penguatan upaya promotif dan preventif harus menjadi perhatian bersama guna menekan angka penyakit katastropik sekaligus menjaga keberlanjutan Program JKN.

“Upaya pencegahan harus menjadi fokus bersama agar beban pembiayaan dapat lebih terkendali dan keberlanjutan Program JKN tetap terjaga,” tutupnya.

Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA