Ketua FRAKSI Sultra, Syarifuddin. Kendari – Forum Penyuluh Anti Korupsi (FPAKSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) terus mendorong peran masyarakat dalam pemberantasan perilaku korupsi di tanah air. Seperti yang dilaksanakan kemarin (04/07) melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) peningkatan kapabilitas dan pemberdayaan masyarakat anti korupsi di Swiss-Belhotel Kendari.
Ketua FPAKSI Sultra, Syarifuddin mengungkapkan, pihaknya bersama pemerintah terus mendorong peran serta masyarakat dalam pemberantasan korupsi. Upaya ini dilakukan dengan dua metode kegiatan yakni secara persuasif dan edukatif.
“Yang dimana sifat ini adalah mengimbau, mengharapkan kepada masyarakat. Hal ini dilakukan dengan kegiatan sosialisasi, imbauan, ceramah, penyuluhan dan kegiatan lainnya yang sifatnya mengajak. Hal ini dilakukan oleh para penyuluh antikorupsi,” ungkapnya.
Metode Yang kedua adalah dengan pemaksaan, yang sifatnya mengharuskan masyarakat untuk berbuat, peduli dan berperan serta secara aktif.
“ Cara ini dilakukan dengan pelibatan masyarakat secara langsung untuk berpartisipasi aktif, seperti bersama menyusun program-program kegiatan nyata pelibatan masyarakat, ataupun sebuah upaya yang mengharuskan masyarakat, mau tidak mau harus berperan serta pemberian sanksi yang akan diterima jika tidak terlibat,” tuturnya.
Inspektur Kota Kendari ini berharap, bimtek ini dijadikan bekal sebagai pendampingan dan pembinaan serta bisa menjadi penyuluh antikorupsi di lingkungan masyarakat maupun di instansi masing-masing. (Rk)
Tidak ada komentar