Guru Matematika SMAN 1 Kendari Tembus Riset Internasional di Nepal dan Thailand

waktu baca 3 menit
Selasa, 12 Mei 2026 18:26 79 radarkendari.id

KENDARI – Dunia pendidikan Sulawesi Tenggara kembali mencatat prestasi membanggakan di kancah internasional.

Guru Matematika SMA Negeri 1 Kendari, Zulfaidil, dipercaya mewakili Indonesia, khususnya Sulawesi Tenggara, dalam dua forum riset matematika bergengsi yang digelar di Nepal dan Thailand pada Mei hingga Juni 2026.

Keikutsertaan Zulfaidil dalam forum internasional tersebut menjadi bukti bahwa tenaga pendidik di Sultra mampu bersaing di level global, tidak hanya dalam bidang pengajaran, tetapi juga dalam pengembangan riset ilmiah.

Zulfaidil dijadwalkan mengikuti kegiatan CIMPA School Transport Phenomena and Nonlinear Waves: Analytical, Numerical and Data-Driven Approaches di Kirtipur, Nepal, pada 15–28 Mei 2026.

Setelah itu, ia akan melanjutkan partisipasinya dalam CIMPA School Workshop Collaboratif “From Theory to Practice: Innovative Mathematical Research in the Real World” di Nakhon Pathom, Thailand, pada 1–12 Juni 2026.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra, Prof. Aris Badara, menyebut capaian tersebut sebagai fenomena baru yang membanggakan bagi dunia pendidikan daerah.

“Ini fenomena yang baru sekaligus unik. Ada salah satu tenaga pendidik kita yang sudah bereputasi internasional karena bisa berkegiatan di luar negeri dan bergabung dalam organisasi profesi bertaraf internasional. Tentu ini menjadi kebanggaan,” ujarnya saat diwawancarai di ruang kerjanya, Selasa (12/5/2026).

Menurutnya, keberhasilan Zulfaidil diharapkan dapat menjadi inspirasi sekaligus budaya baru di lingkungan sekolah-sekolah Sulawesi Tenggara.

“Kita berharap ini menjadi budaya baru dan tradisi baru di dunia persekolahan kita. Setelah pulang nanti, kami berharap ada kegiatan-kegiatan yang bisa memberikan dampak lebih besar bagi guru dan siswa lainnya,” tambahnya.

Prof. Aris juga mengapresiasi dukungan SMA Negeri 1 Kendari yang dinilai berhasil menciptakan ruang pengembangan kompetensi guru hingga menembus level internasional.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Kendari, Ruslan, S.Pd., M.Si., menegaskan pihak sekolah memberikan dukungan penuh terhadap keberangkatan Zulfaidil.

“Kami tentu memberikan dukungan penuh kepada Pak Zulfaidil untuk berangkat ke Nepal dan Thailand dalam rangka kegiatan riset matematika murni dan terapan,” katanya.

Ruslan menyebut sekolah terus mendorong guru untuk aktif meningkatkan kualitas diri dan memperluas wawasan akademik demi mendukung mutu pendidikan.

Di sisi lain, Zulfaidil mengungkapkan dirinya lolos dalam program internasional tersebut melalui proses seleksi ketat. Ia harus mengirimkan esai dan proposal riset sebelum akhirnya dinyatakan diterima oleh panitia penyelenggara.

“Kami mengirimkan esai dan proposal riset, kemudian menunggu proses verifikasi beberapa bulan hingga keluar letter of acceptance. Kebetulan saya mendapatkan full funding atau pendanaan 100 persen,” jelasnya.

Dalam forum di Nepal, Zulfaidil akan mendalami riset matematika terkait fenomena fluida dan pemodelan gelombang air menggunakan pendekatan matematika.

“Kami akan belajar dari pagi sampai sore mengenai riset matematika, khususnya pemodelan gelombang air untuk memprediksi tinggi gelombang menggunakan matematika,” ungkapnya.

Riset tersebut kemudian akan dilanjutkan di Thailand dengan fokus penelitian yang lebih spesifik mengenai gelombang akibat longsoran bawah laut.

“Kalau di Thailand lebih spesifik lagi, saya akan meneliti gelombang akibat longsoran bawah laut,” tambahnya.

Zulfaidil dijadwalkan berangkat ke Jakarta pada Rabu (13/5/2026), sebelum melanjutkan perjalanan menuju Nepal sehari setelahnya. Usai kegiatan di Nepal, ia akan langsung bertolak ke Thailand pada 31 Mei 2026.

Pada kegiatan di Nepal, Zulfaidil menjadi satu dari dua peserta asal Indonesia yang berhasil lolos seleksi. Sedangkan di Thailand, Indonesia akan diwakili sekitar 10 peserta, yang sebagian besar berasal dari Institut Teknologi Bandung (ITB).

Prestasi ini menjadi sinyal positif bahwa guru daerah tidak kalah bersaing di panggung internasional. Dari ruang kelas di Kendari, karya dan pemikiran anak bangsa kini ikut berkontribusi dalam pengembangan riset matematika dunia.

Penulis : Muhammad Faisal
Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA