Sempat Hilang Misterius di Kebun, Petani Asal Andoolo Konawe Selatan Ditemukan Selamat dalam Kondisi Lemas

waktu baca 2 menit
Kamis, 4 Jun 2026 08:15 47 radarkendari.id

KONAWE SELATAN – Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) terhadap seorang petani yang dilaporkan hilang di kebun Desa Andoolo, Kecamatan Andoolo, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), akhirnya membuahkan hasil. Korban ditemukan dalam keadaan selamat pada Rabu dini hari (3/6/2026).

Kepala KPP Kendari, Amiruddin A.S, mengonfirmasi bahwa korban ditemukan sekitar pukul 00.27 WITA oleh pihak keluarga yang turut melakukan pencarian bersama Tim SAR Gabungan.

“Korban ditemukan dalam keadaan selamat sekitar 1,2 kilometer arah timur dari lokasi terakhir korban terlihat (Last Known Position/LKP). Saat ditemukan, kondisi korban dalam keadaan lemas dan bingung,” ujar Amiruddin dalam keterangan resminya, Rabu (3/6).

Setelah berhasil ditemukan, korban langsung dievakuasi menuju rumah kediamannya untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Peristiwa hilangnya petani berusia 45 tahun bernama Tani ini bermula pada Minggu, 31 Mei 2026 sekitar pukul 09.00 WITA, saat ia pamit pergi ke kebun untuk mencari kemiri.

Satu jam berselang, sekitar pukul 10.00 WITA, pihak keluarga sempat mengantarkan makanan dan melihat korban masih beraktivitas seperti biasa.

Kepada keluarga, korban menyampaikan bahwa ia berniat melanjutkan aktivitas mencari tali resam (bahan anyaman) di sekitar kebun.

Namun apes, ketika keluarga kembali ke kebun pada pukul 15.00 WITA, korban sudah tidak ada di lokasi.

Keluarga hanya menemukan tumpukan kemiri hasil guratan korban. Upaya pencarian mandiri oleh warga setempat sempat dilakukan, namun nihil hasil hingga akhirnya dilaporkan ke pihak berwajib.

Pencarian hari kedua (H2) ini didukung oleh kondisi cuaca yang cukup cerah dengan kecepatan angin 1,6 km/jam dari arah timur laut berdasarkan data BMKG.

Tim Gabungan juga memaksimalkan pencarian dengan mengerahkan teknologi drone thermal untuk mendeteksi suhu tubuh di area perkebunan.

Dengan ditemukannya korban, Amiruddin menyatakan Operasi SAR resmi dihentikan.

“Dengan ditemukannya korban dalam keadaan selamat, Ops SAR kondisi membahayakan manusia di Desa Andoolo dinyatakan selesai dan ditutup. Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing,” pungkas Amiruddin.

Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA