STIE Enam Enam Kendari Jajaki Kerja Sama Pendidikan Tinggi di Prancis

waktu baca 3 menit
Sabtu, 6 Jun 2026 16:52 61 radarkendari.id

PARIS – Komitmen STIE Enam Enam Kendari dalam memperluas jejaring internasional kembali ditunjukkan lewat langkah nyata.

Bersama Delegasi LLDIKTI Wilayah IX, pimpinan STIE Enam Enam Kendari menggelar pertemuan strategis dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Paris, Prancis, pada Senin (11/5/2026).

Pertemuan formal yang berlangsung di Balai Budaya KBRI Paris, Rue Cortambert, ini diterima langsung oleh Atase Pendidikan KBRI Paris, Assoc. Prof. Dr.oec.HSG Syarifa Hanoum.

Dalam audiensi tersebut, dipaparkan berbagai peluang emas kerja sama pendidikan tinggi antara Indonesia dan Prancis, serta potensi kemitraan di kawasan Eropa.

Dalam kunjungan internasional ini, STIE Enam Enam Kendari diwakili langsung oleh tokoh kunci institusi: Ichsanuddin Akbar, S.T., M.M. (Ketua Yayasan Pembina Pendidikan Enam Enam Bumi Kendari), dan Prof. Dr. H. Abdul Azis Muthalib, S.E., M.S.(Ketua STIE Enam Enam Kendari).

Kehadiran pucuk pimpinan ini menegaskan keseriusan institusi dalam mendorong internasionalisasi pendidikan, riset, dan pengembangan sumber daya manusia (SDM).

Atase Pendidikan KBRI Paris, Syarifa Hanoum, menjelaskan bahwa Prancis merupakan salah satu destinasi pendidikan terbaik di Eropa.

Negara ini memiliki ekosistem akademik yang sangat masif, di antaranya: 72 Universitas, 271 Sekolah Doktoral, 227 Sekolah Teknik, 220 Sekolah Bisnis dan Manajemen, dan Ribuan institusi pendidikan tinggi lainnya, lengkap dengan skema beasiswa internasional.

Merespons peluang tersebut, Ketua STIE Enam Enam Kendari, Prof. Dr. H. Abdul Azis Muthalib, menegaskan bahwa dukungan KBRI Paris memiliki peran yang sangat strategis sebagai jembatan penghubung dengan kampus-kampus di Eropa.

Namun, ia menggarisbawahi bahwa kolaborasi ini tidak boleh berhenti di atas kertas (MoU) saja, melainkan harus berdampak langsung pada dosen dan mahasiswa.

“Kerja sama internasional yang kuat tidak dimulai dari dokumen semata, tetapi dari kegiatan akademik yang berjalan secara berkelanjutan. Ketika kolaborasi sudah terlaksana melalui riset bersama, seminar internasional, kuliah tamu, atau pertukaran mahasiswa, maka kerja sama formal akan menjadi lebih kuat dan bermakna,” tegas Prof. Abdul Azis.

Beberapa program konkret yang menjadi fokus pengembangan ke depan meliputi:

Student & Staff Mobility (Pertukaran mahasiswa dan dosen), Visiting Professor & Virtual Exchange, Joint Research & Joint Publication (Riset dan publikasi bersama), International Internship (Magang internasional) & Short Course, dan Program Dual Degree dan Joint Degree

Senada dengan hal tersebut, Ketua Yayasan Pembina Pendidikan Enam Enam Bumi Kendari, Ichsanuddin Akbar, S.T., M.M., menyatakan bahwa yayasan akan terus mengawal agenda internasionalisasi ini demi mendongkrak daya saing lulusan.

“Pertemuan ini menjadi langkah awal yang sangat penting dalam membangun jejaring internasional yang lebih luas. Kami berharap dapat menghadirkan berbagai program kolaboratif dengan mitra perguruan tinggi di Eropa sehingga mahasiswa dan dosen STIE Enam Enam Kendari memperoleh pengalaman akademik bertaraf internasional,” ungkap Ichsanuddin.

Melalui momentum kunjungan ke Paris ini, STIE Enam Enam Kendari optimistis dapat membuka keran kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi unggulan di Eropa.

Langkah besar ini sekaligus memperkuat visi institusi untuk menjadi perguruan tinggi yang unggul, adaptif, inovatif, dan berdaya saing global.

Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA