Ikuti Rakor Bersama Mendagri, Pemkot Kendari Perkuat Strategi Kendalikan Inflasi 2026

waktu baca 2 menit
Rabu, 17 Jun 2026 12:26 45 radarkendari.id

RADAR KENDARI – Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, bersama Asisten II Setda Kota Kendari dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Kendari mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026, Senin (15/6/2026).

Kegiatan yang diinisiasi oleh Bagian Ekonomi Kota Kendari ini berlangsung secara daring dari Ruang Rapat Wakil Wali Kota Kendari, dan dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian.

Rakor virtual ini diikuti oleh seluruh jajaran pemerintah daerah se-Indonesia. Fokus utamanya adalah memperkuat koordinasi dan sinergi lintas sektor demi menjaga stabilitas harga, sekaligus menekan laju inflasi di wilayah masing-masing.

Dalam arahannya, Mendagri Tito Karnavian menekankan agar seluruh pemerintah daerah tidak lengah dan segera mengambil langkah konkret di lapangan.

“Pemerintah daerah harus memastikan ketersediaan bahan pokok tetap terjaga untuk mengamankan daya beli masyarakat,” tegas Tito.

Meskipun kondisi inflasi nasional saat ini dinilai masih berada dalam rentang yang terkendali, Mendagri meminta kepala daerah dan TPID tetap waspada terhadap potensi lonjakan harga pada sejumlah komoditas strategis yang bisa berdampak langsung pada kesejahteraan warga.

Berdasarkan data makroekonomi yang dipaparkan dalam rakor tersebut, berikut adalah rincian capaian inflasi per Mei 2026: Inflasi Tahunan (Year on Year): Tercatat sebesar 3,08 persen (Mei 2026 terhadap Mei 2025).

Selanjutnya, Inflasi Bulanan (Month to Month): Berada di angka 0,28 persen (Mei 2026 terhadap April 2026), dan Inflasi Tahun Kalender (Year to Date): Berada di angka 1,35 persen (Mei 2026 terhadap Desember 2025).

Pemerintah Kota Kendari berkomitmen untuk terus memantau pergerakan harga pasar di ibu kota Sulawesi Tenggara ini dan memastikan program-program intervensi, seperti pemantauan stok pangan, tetap berjalan optimal demi menjaga stabilitas ekonomi daerah.

Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA