Pengurus Tani Merdeka Kota Kendari menggelar rapat persiapan Raker di Kendari, Jumat (26/06/2026). Foto : Agus Setiawan RADAR KENDARI – Istilah “santai dulu gak sih” tampaknya gak berlaku buat kepengurusan Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kota Kendari.
Belum juga genap beberapa minggu resmi dilantik, skuad di bawah komando Sahuriyanto Meronda, SP., MM., ini langsung tancap gas.
Gak pakai lama, mereka memilih langsung ‘turun ke lumpur’ alias blusukan ke lapangan demi menyerap curhatan langsung para petani.
Nggak tanggung-tanggung, TMI Kota Kendari sudah membidik dua kawasan yang menjadi “pabrik beras”-nya ibu kota Sulawesi Tenggara sebagai destinasi kunjungan perdana mereka.
Destinasi tersebut adalah Kelurahan Labibia (Kecamatan Wuawua) dan kawasan Amohalo (Kecamatan Baruga).
Dua wilayah ini dipilih bukan tanpa alasan, ya. Labibia dan Amohalo adalah tulang punggung ketahanan pangan Kota Kendari yang menyuplai kebutuhan isi piring masyarakat sehari-hari.
Ketua TMI Kota Kendari, Sahuriyanto Meronda, menegaskan kalau organisasinya emang ogah cuma duduk manis di balik meja sambil dengerin laporan formal.
Baginya, suara petani di lapangan adalah “kitab suci” untuk menyusun program kerja ke depan.
“Kami ingin mendengar langsung apa yang menjadi keluhan dan kebutuhan nyata para petani. Apa yang jadi kendala di lapangan, bakal kami perjuangkan habis-habisan untuk dicarikan solusinya, termasuk berkoordinasi dengan pemerintah,” ujar Sahuriyanto di sela-sela rapat pengurus, Jumat (26/6).
Mantan Kepala Dinas Pertanian (Kadistan) Kendari ini juga menambahkan bahwa TMI Kendari siap memosisikan diri sebagai wingman alias mitra strategis para petani.
Mulai dari urusan bagaimana cara merawat tanaman (budidaya), sampai urusan birokrasi yang bikin pusing, TMI siap pasang badan.
Hebatnya lagi, Sahuriyanto memastikan TMI bakal jadi jembatan emas bagi para petani lokal untuk bisa mengakses berbagai program bantuan dari pemerintah pusat.
Pokoknya, kehadiran TMI harus berasa langsung manfaatnya di dompet dan kesejahteraan petani, bukan cuma sekedar nama.
Di akhir obrolan, pria yang juga berstatus sebagai ASN ini menitip pesan reflektif buat seluruh pasukannya di TMI Kota Kendari untuk tetap solid dan satu frekuensi.
“Organisasi ini optimistis, dengan kolaborasi antara petani, pemerintah, dan seluruh stakeholder, kesejahteraan petani serta ketahanan pangan di Kota Kendari bakal naik kelas,” pungkasnya mantap.
Dengan gerakan secepat kilat ini, TMI Kota Kendari tampaknya siap membawa angin segar sekaligus getaran baru bagi sektor pertanian di Kota Lulo.
Laporan : Herdy Suparmanto
Editor : Agus Setiawan
Tidak ada komentar