Wali Kota Siska Siska langsung memboyong Wali Kota Bontang, dr. Hj. Neni Moerniaeni, Sp.OG, masuk ke “jantung” kendali digital Kota Lulo: Command Center Balai Kota Kendari, Selasa (07/07/2026). RADAR KENDARI – Siapa bilang daerah tanpa ‘harta karun’ tambang gak bisa unjuk gigi di era digital?
Buktinya, Kota Kendari sukses bikin Pemerintah Kota Bontang—sang raksasa pemilik Sumber Daya Alam (SDA) melimpah dari Kalimantan Timur—jauh-jauh nyebrang pulau cuma buat berguru taktik tata kelola pemerintahan berbasis teknologi!
Pertemuan tingkat tinggi berbalut Learning Visit ini pecah pada Selasa (7/7/2026). Menariknya, Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM, tidak sekadar mengajak tamunya duduk manis di ruang rapat formal.
Siska langsung memboyong Wali Kota Bontang, dr. Hj. Neni Moerniaeni, Sp.OG, masuk ke “jantung” kendali digital Kota Lulo: Command Center Balai Kota Kendari.
Di ruangan bernuansa futuristik itu, Siska memamerkan bagaimana Pemkot Kendari memantau kota dan melayani warga secara real-time. Salah satu yang jadi bintang pertunjukan adalah sistem kedaruratan Call Center 112.
“Kami menyadari kapasitas fiskal Kota Kendari tidak sama dengan daerah penghasil sumber daya alam seperti Kota Bontang. Namun hal tersebut tidak mengurangi semangat kami untuk terus memeras otak. Lewat Command Center dan Call Center 112 ini, kami memangkas birokrasi agar pelayanan publik bergerak lincah, cepat, dan adaptif,” ujar Siska sambil menunjukkan dasbor interaktif di layar raksasa.
Siska menjelaskan, lewat inovasi digital ini, segala keluhan warga mulai dari urusan kesehatan, bencana, hingga fasilitas umum bisa direspons dalam hitungan menit.
Strategi inilah yang menjadi motor penggerak fokus pembangunan Kendari untuk mewujudkan kota yang layak huni, maju, andal, dan sejahtera meskipun bergerak dengan ketergantungan penuh pada sektor jasa, perdagangan, dan UMKM.
Melihat langsung kecanggihan “ruang kendali” milik Kendari, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, langsung angkat topi.
Meski secara usia Kota Bontang terbilang lebih muda dan ditopang APBD kuat khas daerah kaya minyak-gas, Neni tak gengsi mengakui bahwa efisiensi teknologi Kendari berada di level yang berbeda.
“Kami datang ke Kota Kendari untuk belajar, dan apa yang kami lihat di Command Center serta Call Center 112 ini bener-bener luar biasa! Banyak inovasi pelayanan publik di sini yang akan langsung kami adopsi untuk diterapkan di Kota Bontang,” puji Neni blak-blakan.
Kekaguman Neni semakin menjadi-jadi saat melihat korelasi antara digitalisasi birokrasi ini dengan kualitas manusianya.
Terbukti, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Kendari sukses nembus angka kisaran 86 dan bertengger di posisi keenam secara nasional—mengungguli Bontang yang berada di angka 83,4 (meski sudah tertinggi di Kaltim).
“Ini merupakan prestasi yang luar biasa dan menjadi inspirasi besar bagi kami. Peningkatan kualitas SDM lewat kemudahan pelayanan publik seperti ini adalah kunci,” tambah Neni.
Kunjungan ini pun berakhir manis dengan komitmen kedua srikandi pemimpin daerah tersebut untuk saling bertukar pengalaman.
Di era modern, pemenang masa depan bukanlah daerah yang paling tebal cadangan alamnya, melainkan siapa yang paling cepat melahirkan inovasi digital demi mempermudah hidup warganya!
Editor : Agus Setiawan
Tidak ada komentar