DWP Kota Kendari berkolaborasi dengan tim medis dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Kendari pada Selasa (7/7/2026). menggelar osialisasi dan Simulasi Bantuan Hidup Dasar (BHD).
RADAR KENDARI – Image pertemuan bulanan emak-emak yang identik dengan arisan, ngerumpi, atau sekadar pakai seragam rapi, mendadak runtuh di Kota Kendari.
Kali ini, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Kendari bikin gebrakan yang gak biasa: belajar cara menyelamatkan nyawa orang!
Gak tanggung-tanggung, alih-alih mengundang tutor masak atau kecantikan, DWP Kota Kendari justru berkolaborasi dengan tim medis garang dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Kendari pada Selasa (7/7/2026). Agendanya? Sosialisasi dan Simulasi Bantuan Hidup Dasar (BHD).
Suasana pertemuan rutin yang biasanya formal berubah jadi tegang sekaligus seru saat ibu-ibu ini diajari cara menangani kondisi gawat darurat.
Mulai dari ngecek napas korban, mengenali tanda-tanda bahaya, sampai teknik pompa jantung (RJP) yang benar agar pasien kritis gak keburu “lewat” sebelum ambulans datang.
Ketua DWP Kota Kendari, Hasria Amir Hasan, menegaskan bahwa organisasi perempuan zaman sekarang harus serba bisa dan siap siaga.
Gak cuma dukung program suami atau pemerintah, tapi wajib punya *skill* dewa buat menghadapi situasi darurat di rumah atau lingkungan sekitar.
“Kami ingin seluruh anggota memiliki pengetahuan dasar tentang bagaimana memberikan pertolongan pertama ketika terjadi kecelakaan atau kondisi yang mengancam keselamatan seseorang,” ujar Hasria.
Bukan sekedar dengerin ceramah medis yang bikin ngantuk, seluruh anggota DWP—mulai dari pengurus kota, kecamatan, sampai kelurahan—langsung ditantang praktek di tempat.
Dengan bimbingan ketat dari tenaga medis RSUD, jemari dan telapak tangan ibu-ibu ini dengan lincah memperagakan simulasi penyelamatan nyawa.
Hasria menilai, ilmu survival ini adalah investasi jangka panjang yang mahal harganya.
“Kemampuan ini bisa menyelamatkan anggota keluarga sendiri maupun masyarakat saat detik-detik krusial yang butuh tindakan sat-set,” tambahnya.
Ia juga berharap ilmu “pahlawan” ini gak mandek di ruang pelatihan saja, tapi ditularkan ke tetangga dan lingkungan sekitar. Biar makin banyak warga Kendari yang paham cara penanganan awal saat ada yang kolaps.
Apresiasi tinggi pun diberikan kepada seluruh Ketua DWP OPD, kecamatan, dan kelurahan yang kompak hadir dan gak jaim buat praktek langsung.
Lewat aksi nyentrik ini, DWP Kota Kendari sukses membuktikan kalau emak-emak itu gak cuma jago urusan domestik, tapi juga bisa jadi garda terdepan penolong nyawa!
Editor : Agus Setiawan
Tidak ada komentar