Usung ‘UHO IMPACT’, Prof Ida Usman Siapkan Langkah Transformasi Menuju Socio-Techno University

waktu baca 3 menit
Selasa, 21 Jul 2026 16:00 59 redaksi

RADAR KENDARI – Wakil Rektor UHO Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum, Prof. Dr. Ida Usman, S.Si., M.Si., telah memaparkan dokumen Visi, Misi, dan Program Kerja sebagai Calon Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) Periode 2026-2030.

Dalam dokumen gagasannya, Prof. Ida Usman mengusung visi utama: “Mewujudkan Universitas Halu Oleo Sebagai Socio-Techno University Unggul, Inovatif, dan Berdaya Saing Global Yang Menjadi Penggerak Pengembangan Wilayah Pesisir, Kelautan, dan Perdesaan”.

Gagasan ini dirancang untuk menjawab tantangan era Society 5.0 sekaligus mengakselerasi pencapaian visi jangka panjang UHO menuju Perguruan Tinggi Kelas Dunia pada tahun 2045, sebagaimana diamanatkan dalam Statuta UHO (Permendiktisaintek No. 21 Tahun 2025).

Visi tersebut juga diselaraskan dengan program prioritas nasional Asta Cita serta Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Sulawesi Tenggara.

“Socio-Techno University mencerminkan transformasi UHO sebagai pusat unggulan yang memadukan kekuatan sains, teknologi, dan ilmu sosial untuk menciptakan SDM berdaya saing global serta inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat,” ujar Prof. Ida Usman.

Untuk memicu percepatan menuju impact university (kampus berdampak), mantan Dekan FMIPA UHO dua periode ini meluncurkan tagline UHO IMPACT.

Tagline ini merangkum enam nilai filosofis kerja:

  1. Inclusive: Menjamin akses pendidikan tinggi yang adil dan memanusiakan tanpa membeda-bedakan latar belakang (leave no one behind).
  2. Modern: Menerapkan tata kelola kampus berbasis data terintegrasi, digitalisasi, dan efisiensi global.
  3. Pioneering: Mendorong civitas akademika untuk menjadi pelopor dan penyedia solusi atas masalah lokal, nasional, maupun global.
  4. Agile: Membangun kelembagaan yang tangkas, adaptif, dan responsif terhadap perubahan tanpa terhambat birokrasi kaku.
  5. Catalyst: Menjadikan UHO sebagai mesin pendorong percepatan potensi mahasiswa, daerah, dan industri.
  6. Transformative: Memastikan interaksi akademik memberikan peningkatan kualitas hidup yang mendasar dan permanen.

Guna merealisasikan gagasan tersebut, Guru Besar Fisika lulusan ITB ini merumuskan 7 pilar misi strategis:

  1. Pendidikan Unggul Berbasis Socio-Techno melalui penerapan kurikulum OBE dan integrasi AI/Big Data.
  2. Riset Inovatif dan Berdampak yang berorientasi pada potensi wilayah pesisir, kelautan, dan perdesaan.
  3. Pengabdian Masyarakat Berbasis Solusi lewat pengembangan desa binaan dan KKN Tematik.
  4. Kemitraan Strategis Multi-Level bersama DUDI, pemerintah daerah, dan jejaring internasional.
  5. Pelestarian Kearifan Lokal Sulawesi Tenggara.
  6. Tata Kelola Profesional dan Inovatif berbasis Good University Governance.
  7. Lingkungan Akademik Berintegritas dan Inklusif yang menolak keras kekerasan akademik, perundungan, serta mendorong konsep Green Campus.

Pencapaian visi tersebut disusun dalam peta jalan (roadmap) empat tahun:

  • Tahun 1: Penguatan tata kelola, digitalisasi layanan, dan dashboard kinerja berbasis data.
  • Tahun 2: Transformasi pembelajaran adaptif, kurikulum berbasis proyek multidisiplin, serta keterlibatan industri.
  • Tahun 3: Hilirisasi riset, penguatan startup kampus, dan pendanaan eksternal.
  • Tahun 4: Penguatan reputasi internasional, student mobility, dan keberlanjutan ekosistem socio-techno university.

Prof. Ida Usman memiliki rekam jejak kepemimpinan yang panjang di UHO. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Jurusan Fisika FMIPA (2007–2015), Wakil Dekan FITK (2015–2017), Dekan FITK (2017–2019), Dekan FMIPA (2019–2025), hingga saat ini mengemban amanah sebagai Wakil Rektor UHO Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum.

Selain di ranah birokrasi, akademisi kelahiran Tongkuno, 18 April 1972 ini aktif meneliti di bidang energi terbarukan. Salah satu capaian fenomenalnya adalah pemilikan hak Paten (IDP000038073) terkait teknologi pemanfaatan limbah kulit buah kakao sebagai bahan sel surya organik.

“Menjadi seorang pemimpin berarti harus mampu mengayomi, bertindak sebagai penggagas, sekaligus menjadi navigator perubahan. Melalui perwujudan Visi, Misi, dan Program Kerja ini, saya optimistis kita dapat membawa Universitas Halu Oleo menuju lompatan kemajuan yang lebih besar,” pungkasnya.

Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA