President Director & CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha. RADAR KENDARI – PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo Hutchison/IOH) mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan dan operasional yang solid sepanjang semester pertama (H1) tahun 2026.
Mengusung visi “Powering Indonesia’s Next Chapter of Growth Through AI”, perseroan resmi menaikkan target pertumbuhan bisnis serta menambah alokasi belanja modal (capital expenditure/capex) hingga Rp10 triliun untuk memperkuat infrastruktur 5G dan kecerdasan buatan (AI) di Indonesia.
President Director & CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, menyampaikan bahwa capaian positif ini merupakan bukti nyata dari komitmen perseroan dalam mentransformasi diri dari sekadar perusahaan telekomunikasi (Telco) menjadi AI-native TechCo serta AI Nation Shaper.
“Seluruh capaian ini dipandu oleh tujuan besar kami untuk memberdayakan Indonesia. Momentum finansial dan operasional yang kuat di paruh pertama 2026 membuktikan bahwa strategi AI North Starkami berjalan di jalur yang benar,” ujar Vikram Sinha dalam pemaparannya, Selasa (28/7/2026).
Dalam laporan kinerjanya, Indosat membukukan pertumbuhan impresif di berbagai lini keuangan utama secara tahunan (year-on-year/YoY):
Sebagai bagian dari strategi asset-light, Indosat telah menyelesaikan transaksi pemisahan (carve-out) aset fiber dan bermitra dengan Ansari Group.
Melalui transaksi strategis ini, Indosat telah menerima dana segar sebesar Rp11,7 triliun dan memegang 49% saham di perusahaan infrastruktur anyar tersebut.
Kemitraan ini ditujukan untuk mempercepat perluasan Fiber-to-the-Site (FTTS) guna mendukung siklus investasi 5G, memperkuat layanan internet rumah (Fiber-to-the-Home/FTTH), serta menyediakan fondasi infrastruktur digital dan AI nasional.
Di sektor teknologi berbasis AI, unit bisnis AI Neo Cloud milik Indosat juga menunjukkan kinerja yang kian solid. Pada semester pertama 2026, lini bisnis ini berhasil menyumbang pendapatan sebesar USD 33 juta.
Hingga akhir tahun, nilai kontrak pendapatan (contracted revenue) AI Neo Cloud diproyeksikan mencapai USD 113 juta.
Melihat performa yang melampaui ekspektasi, manajemen IOH secara resmi mervisi naik (upgraded guidance) target kinerja perseroan untuk tahun penuh 2026.
Pertumbuhan pendapatan dan EBITDA yang semula ditargetkan di level mid-to-high single digit, kini dinaikkan mendekati double digit.
Tak hanya itu, Indosat juga meningkatkan alokasi belanja modal (capex) dari yang semula Rp13 triliun menjadi Rp23 triliun—terdapat penambahan dana investasi sebesar Rp10 triliun.
Vikram menjelaskan, tambahan capex Rp10 triliun tersebut dialokasikan sepenuhnya untuk penguatan dan ekspansi jaringan 5G, menyusul tuntasnya penataan spektrum 5G (2,6 GHz dan 700 MHz) oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
“Tambahan capex Rp10 triliun ini seluruhnya kami investasikan untuk pengembangan 5G demi meningkatkan kualitas pengalaman (customer experience) bagi hampir 100 juta pelanggan kami di seluruh Indonesia,” pungkas Vikram.
EDITOR : AGUS SETIAWAN
Tidak ada komentar