Warga Bertanya, Wali Kota Menjawab : Siska Imran Janji Tuntaskan Aspirasi Masyarakat

waktu baca 3 menit
Sabtu, 15 Agu 2026 22:19 50 redaksi

RADAR KENDARI — Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari terus berkomitmen membuka ruang komunikasi yang transparan dan inklusif dengan warga.

Lewat ruang dialog bertajuk “Warga Bertanya, Wali Kota Menjawab” dalam kegiatan Wali Kota dan Forkopimda Menyapa di Pantai Nambo, Kecamatan Nambo, Kamis (13/8/2026), Pemkot Kendari menyerap langsung berbagai aspirasi dan persoalan mendasar masyarakat.

Dalam forum dialog interaktif tersebut, Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM., hadir langsung didampingi jajaran Forkopimda dan anggota DPRD Kota Kendari.

Berbagai persoalan krusial dikemukakan oleh warga, mulai dari masalah pengelolaan sampah, penerangan jalan umum (PJU), infrastruktur jalan, hingga kepadatan lalu lintas di depan kawasan sekolah.

Wali Kota Siska menegaskan bahwa program ini dirancang agar pemerintah dapat melihat dan mendengarkan secara langsung dinamika serta realitas persoalan yang dihadapi warga di lapangan.

“Kota Kendari tidak akan nyaman, tidak akan maju kalau sampah masih terdepan. Oleh karena itu, semuanya harus kita fokuskan perhatian kita terhadap penanganan sampah ini,” tegas Wali Kota Siska di hadapan warga yang hadir.

Persoalan sampah menjadi topik hangat dalam sesi dialog. Siska membeberkan bahwa produksi sampah di Kota Kendari saat ini telah mendekati 300 ton per hari, yang didominasi oleh sampah rumah tangga.

Penanganan sampah yang belum optimal ini dipicu oleh keterbatasan armada pengangkut serta kapasitas Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Puuwatu yang kian terbatas.

Sebagai langkah konkret, Pemkot Kendari meluncurkan skema baru berupa Lembaga Pengangkut Sampah (LPS) di tingkat kelurahan yang akan resmi diuji coba pada awal September 2026.

15 Kelurahan Percontohan (8 Kecamatan): Kendari Barat: Watu-Watu, Lahundape, Baruga:Baruga, Kendari: Kasilampe, Kendari Caddi, Kambu: Lalolara, Padaleu, Mandonga: Korumba, Poasia:Anduonohu, Rahandouna, Puuwatu: Watulondo, Punggolaka, Lalodati, dan Wua-Wua: Anaiwoi, Mataiwoi.

Melalui program LPS ini, sampah akan diangkut dari rumah warga langsung ke TPA Puuwatu.

Namun, masyarakat diwajibkan untuk terlebih dahulu memilah sampah dari rumah (organik, anorganik, dan limbah B3) serta mengaktifkan Bank Sampah di tiap kelurahan guna mendorong nilai ekonomi sirkular.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Komwil VI APEKSI ini juga membawa kabar baik terkait alokasi dukungan pendanaan penanganan sampah sebesar Rp140 miliar pada tahun 2027 melalui program kolaborasi Pemerintah Pusat dan Bank Dunia.

Meski demikian, Wali Kota Siska menekankan bahwa anggaran besar tersebut tidak akan berdampak maksimal tanpa adanya sinergi dan perbaikan kesadaran masyarakat dari hulu (rumah tangga).

Selain persoalan sampah, sesi “Warga Bertanya, Wali Kota Menjawab” juga menampung berbagai keluhan infrastruktur warga, seperti penambahan titik penerangan jalan umum (PJU), perbaikan jalan rusak, serta penataan arus lalu lintas di sekitar area sekolah untuk menjamin keselamatan anak-anak sekolah.

Menutupi dialog tersebut, Wali Kota Siska yang telah memimpin Kendari bersama Wakil Wali Kota Sudirman selama kurun waktu 1,5 tahun ini menyampaikan bahwa visi Kota Kendari 2025–2029 (Layak Huni, Maju, Berdaya Saing, Adil, Sejahtera, dan Berkelanjutan) hanya bisa tercapai dengan kolaborasi aktif seluruh elemen masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media.

Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA