Mahasiswa Fakultas Hukum UHO Raih Prestasi di Kompetisi Internasional Thailand

waktu baca 2 menit
Minggu, 6 Sep 2026 15:44 49 redaksi

RADAR KENDARI — Tiga mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Halu Oleo (UHO) menunjukkan prestasi di kancah internasional melalui ajang kompetisi mahasiswa yang digelar di Thailand.

Ketiganya adalah Siska Nadayanti, Naila Cahya Anugerah, dan Imelzy Andine Christiani. Berangkat dari Fakultas Hukum UHO dan tergabung dalam Komunitas Penulis Hukum (KPH), ketiga mahasiswa tersebut membawa karya dan gagasan untuk bersaing dalam kompetisi tingkat internasional.

Kompetisi tersebut digelar oleh Sentosa Foundation bersama Faculty of Agro-Industry, Chiang Mai University, Thailand.

Keikutsertaan mahasiswa UHO ini menjadi bukti bahwa ruang belajar mahasiswa tidak hanya berlangsung di dalam kelas. Melalui komunitas, mahasiswa mendapat kesempatan untuk mengembangkan kemampuan, menghasilkan karya, sekaligus menguji gagasan di tingkat yang lebih luas.

Perjalanan menuju kompetisi internasional tersebut juga tidak sekadar tentang kehadiran dan persaingan. Ketiga mahasiswa dituntut berani membawa karya keluar dari lingkungan kampus dan berhadapan dengan peserta dari berbagai latar belakang.

Kerja keras ketiganya berbuah prestasi. Siska Nadayanti dan Naila Cahya Anugerah berhasil meraih Silver Medal sekaligus penghargaan Favorite Poster. Sementara itu, Imelzy Andine Christiani memperoleh Bronze Medal dalam 3rd International Student Competition (ISC).

Capaian tersebut menjadi catatan positif bagi Fakultas Hukum UHO sekaligus menunjukkan kemampuan mahasiswa untuk bersaing di ruang akademik dan kompetisi internasional.

Prestasi itu juga membawa pesan penting bagi mahasiswa lainnya bahwa peluang besar kerap bermula dari keberanian untuk mencoba. Mengikuti kompetisi tidak harus menunggu sampai merasa memiliki kemampuan yang sempurna.

Mahasiswa dapat membangun kemampuan secara bertahap, berani mengirimkan karya, serta memanfaatkan komunitas sebagai ruang untuk belajar dan berkembang.

Bagi mahasiswa UHO, pencapaian Siska, Naila, dan Imelzy menjadi contoh bahwa karya yang awalnya hanya dianggap sebagai bagian dari proses belajar dapat berkembang menjadi karya yang membuka peluang lebih luas, bahkan hingga ke tingkat internasional.

EDITOR : AGUS SETIAWAN

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA