Pemred Media Onlie Portalterkini.com diduga mendapatkan intimidasi oleh seorang pemuda, Selasa (08/09/2026). RADAR KENDARI – Dugaan intimidasi terhadap wartawan kembali terjadi. Dugaan intimidasi serta pengancaman itu dialami oleh Pemimpin Redaksi Media Online portalterkini.com, Selasa (08/09/2026).
Ancaman tersebut diduga kuat terkait proyek penanganan long segmen pemeliharaan berkala peningkatan rekonstruksi di Kabupaten Konawe, yang sebelumnya telah diberitakan media tersebut.
Pemred media online portalterkini.com, menyampaikan terkait pemberitaan tersebut tidak ada menyebutkan nama oknum bahkan inisial dalam pemberitaannya.
Sebelumnya, pada Senin, 7 September 2026, redaksi media ini telah bertemu dengan seorang pemuda bersama rekannya yang diduga kerabat dari oknum dimaksud.
Dalam pertemuan, pemuda tersebut meminta agar pemberitaan tersebut di hapus. Akan tetapi, selaku Pemred menegaskan kepada pemuda tersebut agar tidak mengintervensi kinerja media.
Bahkan Pemred Portalterkini.com menyarankan, agar oknum dimaksud memberikan hak jawab atas pemberitaan sebelumnya.
“Kemarin kami sempat ketemu di warkop, dan dia minta agar berita kami dihapus. Tetapi kami sampaikan jangan ada upaya mengintervensi kinerja kami sebagai kontrol sosial. Tapi kami bisa menaikan hak jawabnya, dan hak jawab ini sebagai apa atau yang mana,” tutur Manton selaku Pemred Portalterkini.com.
Kemudian, pada 8 September 2026, sekitar Pukul 16:50 di Kopi Raja, pemuda tersebut kembali muncul secara tiba-tiba menggunakan kendaraan roda dua.
Tak lama kemudian, pemuda tersebut kembali meminta agar pemberitaan dihapus, bahkan mengeluarkan kata-kata yang diduga bernada ancaman.
“Oke kita main belakang, saya tandai mukamu. Saya masih mudaji, sama saya ko berurusan,” ucapnya didepan para wartawan lainnya yang menyaksikan.
“Kami sangat menyayangkan dengan adanya kejadian ini. Dan pada intinya, apabila terjadi sesuatu pada diri kami berserta keluarga maupun harta benda di kemudian hari, tak lain selain adanya dugaan bernada ancaman itu,” tutup Manton.
Pewarta media ini berupaya menghubungi pihak terkait untuk mendapatkan keterangan resmi terkait polemik ini. (Admin)
Tidak ada komentar