Gelar Rakor Pangan 2026, Pemkot Kendari dan Satgas Pangan Perketat Pengawasan Pasar

waktu baca 3 menit
Rabu, 9 Sep 2026 15:27 46 redaksi

RADAR KENDARI — Pemerintah Kota Kendari menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Harga Pangan Tahun 2026 guna memastikan stabilitas harga dan pasokan bahan pokok di kawasan Kota Kendari, Rabu (10/09/2026).

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh jajaran Forkopimda, Perum Bulog Sulawesi Tenggara, instansi terkait, hingga para distributor dan pelaku usaha pangan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Kota Kendari, Abdul Rauf, menyampaikan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menjaga ketahanan pangan daerah.

“Ketahanan pangan merupakan fondasi utama dalam menjaga stabilitas sosial, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat. Ketersediaan pangan yang cukup, aman, bermutu, dan terjangkau menjadi indikator penting keberhasilan pembangunan daerah. Ini membutuhkan kolaborasi dari pemda, perbankan, pelaku usaha, hingga masyarakat,” ujar Abdul Rauf.

Ia menambahkan, rakor ini bertujuan untuk menjaga stabilitas harga, mencegah lonjakan harga yang tak wajar, melindungi daya beli masyarakat, serta mengendalikan inflasi pangan.

Selain itu, pengawasan bersama Satgas Pangan dan operasi pasar disiapkan untuk memantau kelancaran distribusi serta mengantisipasi praktik penimbunan.

Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, menekankan bahwa pengendalian harga pangan bukan sekadar hitungan angka inflasi, melainkan wujud nyata tanggung jawab pemerintah terhadap kebutuhan harian warga.

“Pengendalian harga pangan adalah tanggung jawab kita bersama. Ketika harga beras, gula, minyak goreng, cabai, atau telur naik, masyarakat langsung merasakan dampaknya. Kita harus memperkuat deteksi dini melalui kolaborasi agar setiap potensi gangguan di pasaran bisa segera diantisipasi,” tegas Siska.

Siska mengungkapkan bahwa inflasi Kota Kendari secara year-on-year pada bulan Agustus tercatat sebesar 3,66%, dengan inflasi bulanan (month-to-month) sebesar -0,37%.

Meski angka ini dinilai masih relatif aman, sektor transportasi disebut menjadi pemicu terbesar inflasi di Kendari.

Soroti Stok Pangan dan Pemberdayaan Pengusaha Lokal

Mengenai stok bahan pokok, Siska menyebutkan ketersediaan beras di Bulog tergolong aman hingga 1,5 tahun ke depan. Namun, perhatian khusus diarahkan pada komoditas pendukung seperti telur dan daging ayam.

Ia memaparkan bahwa kebutuhan telur untuk 39 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) / Dapur MBG di Kendari mencapai sekitar 89.000 butir per hari, belum termasuk kebutuhan restoran dan masyarakat umum yang diperkirakan menembus lebih dari 100.000 butir.

Sementara untuk kebutuhan ayam potong, setiap SPPG membutuhkan sekitar 200 ekor per hari.

Melihat tingginya permintaan tersebut, Wali Kota meminta agar ketersediaan bahan pasokan dapat disinkronkan langsung dengan distributor dan UMKM lokal Kota Kendari, termasuk dalam hal perekrutan tenaga kerja di program-program daerah yang kini telah menyerap 98% tenaga kerja ber-KTP Kendari.

“Semua kegiatan dan kebutuhan pangan di Kota Kendari harus memberikan multiplier effect bagi warga Kendari sendiri. Jangan sampai kebutuhan kita tinggi, tapi justru disuplai dari luar sementara pengusaha dan barang lokal kita tidak laku,” tambahnya.

Pertumbuhan Ekonomi Kendari Tembus 3 Besar Nasional

Di akhir arahannya, Siska menyampaikan kabar positif terkait capaian pertumbuhan ekonomi Kota Kendari.

Berdasarkan rilis Kementerian Dalam Negeri pada rakor TPID, pertumbuhan ekonomi Kota Kendari pada Triwulan I mencatatkan rekor sebesar 7,78%, yang menempatkan Kendari di posisi ketiga tertinggi se-Indonesia.

“Capaian 7,78% ini bukan hanya kerja pemerintah, melainkan hasil kerja keras seluruh elemen masyarakat, distributor, dan pelaku usaha yang terus menjaga sinergi. Harapan kita, koordinasi hari ini menghasilkan langkah konkret: stok aman, distribusi lancar, harga terkendali, dan masyarakat terlindungi,” tutup Siska sebelum secara resmi membuka Rakor Pengendalian Harga Pangan Kota Kendari 2026.

Laporan : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA