Kota Kendari Darurat Kebakaran Lahan

waktu baca 4 menit
Minggu, 27 Sep 2026 15:58 147 redaksi

Damkar Tangani Lima Kejadian dalam Dua Hari

RADAR KENDARI – Kota Kendari dan wilayah sekitarnya menghadapi peningkatan kejadian kebakaran lahan. Dalam dua hari, Sabtu-Minggu (26-27/9/2026), Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Kendari menangani sedikitnya enam laporan kebakaran lahan yang terjadi di sejumlah titik.

Kondisi tersebut menjadi alarm bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Sebab, sejumlah kebakaran terjadi di tengah kondisi lahan kering dan sebagian api berpotensi merembet ke kawasan permukiman.

Kasi Humas Damkarmat Kota Kendari, Martoyo Awaluddin, mengatakan kejadian kebakaran lahan dalam beberapa hari terakhir tersebar di sejumlah wilayah Kota Kendari hingga wilayah sekitar, termasuk Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan.

“Untuk kebakaran lahan ini kita imbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan. Jangan melakukan pembakaran yang dapat memicu api meluas, apalagi ketika kondisi angin cukup kencang,” kata Martoyo, Minggu (27/09/2026).

Pada Minggu (27/9/2026), sedikitnya empat kejadian kebakaran lahan ditangani petugas Damkarmat Kota Kendari.

Kebakaran pertama dilaporkan sekitar pukul 10.11 WITA di BTN Cendana Permai, Kelurahan Wundudopi, Kecamatan Baruga. Api diketahui berasal dari aktivitas pembakaran sampah.

Tiupan angin membuat api menyebar dan mendekati rumah warga. Tim Poskotik Boulivard kemudian dikerahkan untuk melakukan pemadaman dan mencegah api meluas ke kawasan permukiman.

Pada hari yang sama, sekitar pukul 13.43 WITA, petugas kembali menerima laporan kebakaran lahan di Jalan Lalonanasi, Kelurahan Benuanirae, Kecamatan Abeli.

Petugas Poskotik Poasia tiba di lokasi sekitar pukul 14.36 WITA. Namun, penanganan menghadapi kendala karena akses menuju titik kebakaran sulit, bahkan sebagian lokasi berada di area jurang.

Tidak lama berselang, pada pukul 13.46 WITA, Damkarmat kembali menerima laporan kebakaran lahan di wilayah Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan. Petugas tiba sekitar pukul 14.20 WITA dan berhasil memadamkan api pada pukul 14.31 WITA.

Selanjutnya, sekitar pukul 14.31 WITA, laporan kebakaran kembali masuk. Kali ini lokasi berada di Kota Bangun, Kecamatan Ranomeeto, Konawe Selatan. Lahan milik warga bernama Yus tersebut diperkirakan memiliki luas sekitar setengah hektare.

Tim Mako Damkarmat Kendari tiba di lokasi pukul 14.53 WITA dan berhasil memadamkan api pada pukul 15.09 WITA. Penyebab kebakaran masih belum diketahui.

Sehari sebelumnya, Sabtu (26/9/2026), petugas juga menangani kebakaran lahan di sejumlah lokasi.

Salah satunya terjadi di belakang SMK Negeri 3 Kendari, Kelurahan Kadia, Kecamatan Kadia. Kebakaran yang diperkirakan menghanguskan sekitar setengah hektare lahan tersebut dilaporkan pada pukul 16.48 WITA.

Petugas Mako Damkarmat Kendari langsung melakukan pemadaman dan pendinginan hingga lokasi dinyatakan aman dan terkendali pada pukul 18.00 WITA.

Kebakaran lahan juga terjadi di BTN Griya Triloka Lalombaku, Kecamatan Wua-Wua, pada Sabtu pagi. Laporan diterima petugas sekitar pukul 09.31 WITA dengan luas lahan yang dilaporkan sekitar 50 x 50 meter persegi.

Petugas mengerahkan Unit 013 dan Unit 015 untuk melakukan pemadaman. Api yang dilaporkan telah meluas dan berpotensi mengancam permukiman berhasil dikendalikan.

Fenomena kebakaran lahan ini menambah catatan kejadian serupa di Kota Kendari sepanjang September.

Sebelumnya, kebakaran lahan juga terjadi di kawasan Nanga-Nanga, Kecamatan Baruga, yang melibatkan sinergi TNI, Polri, Damkar dan masyarakat dalam proses pemadaman.

Bahkan, kebakaran yang terjadi di kawasan pertanian Nangananga Hijau pada 19 September 2026 menyebabkan sekitar dua hektare tanaman durian dan satu hektare tanaman cengkeh terbakar.

Martoyo menegaskan, kondisi tersebut harus menjadi perhatian bersama. Menurutnya, kebakaran lahan dapat dengan cepat meluas apabila tidak segera ditangani, terlebih ketika terdapat angin dan vegetasi yang mudah terbakar.

Damkarmat Kendari juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah maupun aktivitas pembakaran lainnya secara sembarangan.

“Jangan membakar sampah sembarangan. Kalau memang terpaksa membakar, harus diawasi dan dipastikan api benar-benar padam sehingga tidak merembet ke lahan lain atau rumah warga,” ujarnya.

Ia juga mendorong masyarakat segera melaporkan setiap titik api kepada petugas agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.

Dalam sejumlah kejadian tersebut, tidak dilaporkan adanya korban jiwa maupun korban luka. Namun, petugas menghadapi kendala akses pada beberapa lokasi kebakaran yang sulit dijangkau kendaraan pemadam.

Damkarmat Kendari mengingatkan bahwa pencegahan kebakaran tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas. Kewaspadaan masyarakat, koordinasi dengan aparat dan respons cepat ketika menemukan titik api dinilai penting untuk mencegah kebakaran berkembang menjadi lebih besar.

Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA