Poltekkes Kemenkes Kendari Gandeng Dinkes Sultra Matangkan Magang Terpadu IPE/IPC 2027

waktu baca 2 menit
Senin, 5 Okt 2026 19:33 176 redaksi

RADAR KENDARI – Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Kendari mulai mematangkan persiapan Praktik Kerja Lapangan Terpadu (PKLT) atau magang terpadu berbasis Interprofessional Education dan Interprofessional Collaboration (IPE/IPC) untuk Tahun Akademik 2026/2027.

Langkah ini ditandai dengan pemaparan data prioritas kesehatan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) sekaligus pembahasan rencana Nota Kesepahaman (MoU) antara kedua lembaga pada Senin (5/10/2026) di Kampus Poltekkes Kemenkes Kendari, Anduonohu.

Inisiatif yang diusung Direktur Poltekkes Kemenkes Kendari, Dr. Rusli, Apt., Sp.FRS., ini bertujuan untuk menjadikan kampus sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam menyelesaikan masalah nyata di masyarakat.

Kegiatan ini dihadiri 24 peserta dari jajaran pengelola Poltekkes, Kepala Bidang Kesmas Dinkes Sultra Sija Tiku, SKM., M.Kes, serta Kepala Bidang P2P Dinkes Sultra DR. Rosmawati Rasyid, SKM., M.Kes.

Wakil Direktur I Poltekkes Kemenkes Kendari, Reni Yunus, S.Si., M.Sc., PhD., menegaskan bahwa program magang mahasiswa dirancang agar selaras dengan arah pembangunan daerah serta menyasar isu-isu prioritas berbasis data resmi.

Peningkatan kualitas SDM dan layanan kesehatan ini juga mendukung visi RPJMD Sultra 2025–2029 di bawah kepemimpinan Gubernur Andi Sumangerukka dan Wakil Gubernur Hugua.

Dalam pemaparannya, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sultra, dr. Andi Edy Surahmat, membeberkan sejumlah kondisi dan catatan prioritas kesehatan daerah yang akan menjadi acuan bagi para mahasiswa:

  • Tuberkulosis (TBC): Dari estimasi 9.920 kasus pada 2026, cakupan penemuan kasus baru mencapai 51,8 persen dengan angka keberhasilan pengobatan 78,4 persen dan terapi pencegahan 1,9 persen.
  • HIV: Sepanjang Januari–Agustus 2026, tercatat 386 kasus ODHIV baru dari 106.208 orang yang diuji, yang didominasi usia produktif (25–49 tahun) di wilayah bermobilitas tinggi.
  • Kesehatan Ibu & Anak: Tercatat 376 kasus kematian bayi pada data MPDN per 9 September 2026.
  • Stunting: Prevalensi stunting Sultra mencapai 10,4 persen pada 2025, melampaui target nasional (18,8 persen).
  • Kesehatan Lingkungan: Baru Kota Kendari yang mendeklarasikan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), sementara pengawasan kualitas air minum provinsi baru mencapai 7,87 persen.

Melalui pendekatan lintas disiplin IPE/IPC, mahasiswa dari berbagai program studi—seperti keperawatan, kebidanan, gizi, sanitasi, dan laboratorium—akan digabungkan dalam satu tim untuk mengkaji, merancang, hingga mengevaluasi intervensi kesehatan secara kolaboratif.

Rencana kerja sama ini akan dipayungi oleh MoU berkelanjutan yang mencakup pembelajaran lapangan, pemanfaatan data riset, peningkatan kapasitas SDM, hingga pengabdian masyarakat.

EDITOR : AGUS SETIAWAN

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA