Pemkot Kendari Menekan Angka Stunting

waktu baca 4 menit
Sabtu, 4 Nov 2023 23:47 139 radarkendari.id

Kendari – Angka stunting di Kota Kendari hanya 19,5 persen. Masih berada dibawah rata-rata nasional yakni 24,4 persen. Kendati demikian Penjabat (Pj) Wali Kota Kendari, Asmawa Tosepu mengimbau jajaran agar tak berpuas diri. Ia ingin angka stunting bisa diterus ditekan mulai ditingkat daerah hingga ditingkat kelurahan.

Pj Wali Kota Kendari, Asmawa Tosepu.

Asmawa mengatakan, penekanan angka stunting merupakan instruksi langsung Presiden Jokowi kepada seluruh penjabat daerah dimasa transisi. Oleh karena itu, ia meminta seluruh stakholder terkait termasuk Tim Percepatan Penanganan Stunting (TPPS) untuk pro aktif mengedukasi masyarakat tentang bahaya dan cara mengatasi penyakit gagal tumbuh pada anak itu.

“Angka stunting harus turun. Segera laksanakan langkah-langkah pencegahan. Jika ada hambatan segera laporkan. Kalau hambatan dianggaran, kita akan lakukan rasionalisasi. Kita lakukan optimalisasi untuk kegiatan yang kira-kira belum terlalu mendesak, kita realokasikan ke pencegahan stunting,” kata Asmawa.

Terpisah, Perwakilan TPPS yang juga Kepala Disdalduk dan KB Kota Kendari, Jahuddin mengaku TPPS di Kendari sudah bergerak melaksanakan tugasnya dimasyarakat. TPPS terus melaksanakan sosialisasi terkait bahaya dan pencegahan stanting baik ditingkat Kota Kendari maupun ditingkat Kecamatan dan Kelurahan.

Selain sosialisasi dan edukasi, pihaknya juga telah membentuk Dapur Sehat Atas Stunting (Dahsat) dilima Kecamatan yakni Kecamatan Kambu, Wuawua, Nambo, Mandonga, dan Kecamatan Kendari.

“Dalam waktu dekat, kecamatan lainnya juga akan dilaunching (Dahsat). Ini merupakan bentuk perhatian pemerintah dalam percepatan penanganan stunting di Kota Kendari,” ungkap Jahuddin.

Sekedar informasi, berdasarkan data Disdalduk KB dan Dinkes Kesehatan Kota Kendari, jumlah ril kasus stunting di Kendari tercatat hanya 200 kasus (1 persen) dari 33.255 balita. Angkanya sangat kecil jika dibandingkan data studi kesehatan Indonesia 2021 yang menyebut angkat stunting di Kendari sebesar 19,5 persen.

Tiga Kecamatan Miliki Prevalensi Stunting Tinggi

Sebanyak tiga kecamatan di Kota Kendari memiliki prevalensi stunting cukup tinggi. Tiga kecamatan itu yakni Kendari Barat (79 kasus) Kendari (76 kasus), dan Kecamatan Puuwatu (66 kasus).

Kepala Dinkes Kendari, drg. Rahminingrum.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari, drg. Rahminingrum mengungkapkan, tingginya prevalensi stunting ditiga kecamatan itu dipengaruhi kurangnya pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif terhadap balita termasuk makanan tambahan pendamping ASI. “Para balita kurang mendapatkan ASI,” ungkapnya, kemarin.

Sebagai bentuk penanganan, kata Rahminingrum, pemerintah Kota Kendari telah menggalakkan program orang tua asuh ditiga kecamatan tersebut. Program tersebut mewajibkan seluruh pejabat lingkup Pemkot Kendari untuk mendampingi seluruh balita yang stunting.

“Pemerintah bersama stakeholder terkait bahu membahu untuk meringankan beban keluarga yang memiliki balita stunting,” ungkap Rahminingrum.

Meski masih terdapat balita stunting, namun secara umum kata Rahminingrum, prevalensi stunting Kota Kendari berada dibawah angka prevalensi stunting nasional. Saat ini, prevalensi stunting Kota Kendari tercatat hanya 19,5 persen dari sebelumnya tercatat sebesar 24 persen.

Sebelumnya, Penjabat (Pj) Wali Kota Kendari, Asmawa Tosepu mengatakan, penekanan angka stunting merupakan instruksi langsung Presiden Jokowi kepada seluruh penjabat daerah dimasa transisi saat ini.

Oleh karena itu, ia meminta seluruh stakeholder terkait termasuk Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk pro aktif mengedukasi masyarakat tentang bahaya dan cara mengatasi penyakit gagal tumbuh pada anak itu.

“Angka stunting harus turun. Segera laksanakan langkah-langkah pencegahan. Jika ada hambatan segera laporkan. Kalau hambatan dianggaran, kita akan lakukan rasionalisasi. Kita lakukan optimalisasi untuk kegiatan yang kira-kira belum terlalu mendesak, kita realokasikan ke pencegahan stunting,” kata Asmawa.

Penderita Stunting Menurun

Pemkot Kendari sukses menekan angka stunting di Kota Lulo. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kendari mencatat prevalensi stunting pada 2022 hanya 19,5 persen atau menurun 4,5 persen dari sebelumnya (2021) sebesar 24 persen.

Kepala Dinkes Kendari, drg. Rahminingrum.

Kepala Dinkes Kota Kendari, drg. Rahminingrum mengungkapkan, penurunan angka stunting didapatkan dari hasil Studi Status Gizi Nasional (SSGI) yang dilaksanakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Rahminingrum menjelaskan, sukses pemerintah menekan angka stunting tak lepas dari kerja keras semua pihak yang terus bergerak dalam mengedukasi masyarakat terkait bahaya stunting dan pencegahannya.

“Masyarakat kita edukasi agar paham apa itu stunting dan bagaimana cara mencegahnya. Misalnya kita edukasi cara menghadapi masalah lingkungan mulai dari air bersih, sanitasi, dan rumah yang sehat,” ungkap Rahminingrum, kemarin.

Rahminingrum menambahkan, sukses menekan angka stunting menempatkan Kota Kendari sebagai daerah yang menempati urutan pertama prevalensi stunting terendah di Sultra.

“Tentu ini harus dipertahankan. Terutama kita harus menekan angkanya sehingga bisa mencapai zero stunting. Anak-anak kita harus tumbuh dan berkembang menjadi generasi yang sehat dan cerdas,” pungkasnya.

(ADV) 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA