Pj Wali Kota Kendari Pastikan Ketersediaan Sembako Aman Hingga Tiga Bulan Kedepan

waktu baca 5 menit
Minggu, 5 Nov 2023 23:29 150 radarkendari.id

RADARKENDARI.ID – Kendari menjadi salah satu daerah yang mengalami inflasi pada November 2023. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tenggara (Sultra), Kota Lulo mengalami inflasi sebesar 3,01 persen year on year (yoy).

Pj Wali Kota Kendari, Asmawa Tosepu.

Kenaikan harga pada beberapa bahan pokok menjadi penyebab inflasi di Kota Kendari. Atas dasar itu, Penjabat (Pj) Wali Kota Kendari, Asmawa Tosepu memastikan ketersediaan bahan pokok mencukupi.

Asmawa Tosepu mengungkapkan, upaya pihaknya mengendalikan inflasi yakni memastikan ketersediaan sembilan bahan pokok (sembako) aman hingga tiga bulan kedepan.

“Diperkirakan untuk tiga bulan kedepan ketersediaan bahan sembako di Kota Kendari ini aman dan sudah kita lakukan pengecekan baik ditingkat distributor maupun di gudang Bulog,” ungkap Asmawa Tosepu, Minggu (05/11/2023).

Selain memastikan ketersediaannya mencukupi, Asmawa juga memastikan alur distribusi bahan pokok ke Kota Kendari berjalan lancar. Menurutnya, distribusi bahan pangan dari daerah pemasok sangat menentukan laju inflasi didaerah.

“Pemerintah Kota Kendari melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus bekerja agar inflasi di Kota Kendari terkendali sehingga masyarakat bisa menjangkau kebutuhan pangannya dengan harga yang ekonomis,” kata Asmawa Tosepu.

Disamping itu, upaya pengendalian inflasi juga dilaksanakan melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) baik ditingkat kecamatan hingga ditingkat Kelurahan.

GPM dilaksanakan untuk mendekatkan kebutuhan pangan yang murah kepada masyarakat dengan harga yang terjangkau. Selain GPM, Pemkot juga membuka Gerai Pangan di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Kendari.

Dalam gerai pangan, pemkot menghadirkan bahan pokok harga terjangkau seperti beras yang menjadi kebutuhan mendasar masyarakat dibanderol dengan harga hanya Rp 53 ribu/5kg, minyak goreng Rp 14 ribu/liter dan gula pasir Rp 14.500/kg.

Pemkot Bentuk Tim Cegah Kelangkaan LPG 3 Kg

LPG 3Kg langka di Kota Kendari. Masyarakat kesulitan memperoleh gas melon tersebut. Selain langka, harga bahan bakar bersubsidi itu sangat mahal. Ditingkat pengecer harganya sudah mencapai Rp 80 ribu per tabung dari harga normal Rp 21 ribu. Merespon hal tersebut, Pemkot Kendari segera membentuk Tim Pencegahan Kelangkaan LPG 3Kg.

Pj Wali Kota Kendari, Asmawa Tosepu memimpin pertemuan dengan stakeholder terkait membahas masalah inflasi daerah.

Penjabat (Pj) Wali Kota Kendari, Asmawa Tosepu mengatakan, pembentukan tim tersebut dalam rangka mengatasi kelangkaan LPG 3Kg sekaligus melaksanakan pengawasan pendistribusiannya.

“Bersama Kadin sudah ada pembicaraan (pembentukan tim). (Nanti) tim akan turun langsung (mengatasi dan mengawasi LPG 3Kg),” ungkap Asmawa Tosepu, kemarin.

Ia tak menampik jika beberapa pekan terakhir harga Elpiji 3kg di Kota Kendari mengalami kenaikan harga. Kendati, berdasarkan pantauan pihaknya beberapa hari terakhir, kondisi tersebut berangsur pulih dan harga mulai stabil kembali. “Barusan (03/11) kami cek sudah normal kembali dibeberapa distributor,” ungkap Asmawa Tosepu.

Kepala Biro Sekretariat Kemendagri ini berharap masyarakat Kota Kendari tidak cemas berlebihan karena pemerintah selalu mengupayakan ketersediaan LPG 3Kg untuk masyarakat. Ia juga meminta masyarakat agar tidak memastikan situasi dan kondisi untuk menaikan harga LPG 3kg.

Sebelumnya, Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Fahrougi Andriani Sumampouw mengungkapkan, kelangkaan LPG 3 Kg di Kota Kendari disebabkan oleh perilaku masyarakat yang membeli LPG 3 Kg secara berlebihan dan kemudian meniagakannya kembali.

“Kami harap masyarakat tidak membeli secara berlebihan dan menjualnya kembali dengan harga yang lebih tinggi,” kata Fahrougi.

Selain karena ulah masyarakat, lanjut dia, kelangkaan LPG 3 Kg dipengaruhi oleh recovery Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Kabupaten Konawe beberapa waktu lalu.

“Di Sulawesi Tenggara (Sultra) terdapat tiga Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE), 2 di kota Kendari dan 1 di Kolaka, dengan beroperasinya 1 SPPBE di Kolaka ini merupakan recovery produksi LPG 3 Kg dari SPPBE sebelumnya yang terkena musibah kebakaran. Oleh karena itu, Pertamina melakukan alih suplai dari SPBE lainnya untuk memenuhi kebutuhan LPG bagi masyarakat kota Kendari,” pungkasnya.

Masif Gelar Pasar Murah

Inflasi masih melanda seluruh wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra) termasuk Kota Kendari. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Kendari tercatat masih mengalam ini inflasi 3,30 persen.

Pj Wali Kota Kendari, yang diwakili Asisten III Setda Kota Kendari, Makmur sempatkan foto bersama warga dalam kegiatan pasar murah beberapa waktu lalu.

Berangkat dari hal tersebut, Pemerintah Kota Kendari berupaya mengendalikan inflasi lewat beberapa program. Salah satunya lewat kegiatan pasar murah. Pemkot Kendari tak sendiri, melainkan telah menggandeng UD Maju Motor Martandu sebagai partner kegiatan.

Penjabat (Pj) Wali Kota Kendari, Asmawa Tosepu diwakili Asisten III Setda Kota Kendari, Makmur mengatakan pasar murah dilaksanakan dalam rangka menekan laju inflasi yang masih melanda Kota Kendari.

“Lewat pasar murah, pemerintah berusaha membantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pokoknya. Jika masyarakat mampu menjangkau pangan dan terpenuhi kebutuhannya maka bisa berkontribusi menekan laju inflasi,” ungkap Makmur usai menandatangi kerjasama pelaksanaan pasar murah dengan UD Maju Motor Kendari di Pasar Lapulu, kemarin.

Pada kesempatan yang sama, Pimpinan UD Maju Motor Martandu, Salni mengaku siap membantu pemerintah dalam menekan inflasi lewat pasar murah.

Sesuai isi kerjasama, kata Salni, pihaknya bakal mensuport kegiatan pasar murah selama setahun kedepan berdasarkan titik yang telah ditentukan oleh Pemkot Kendari.

“Untuk pelaksanaan pasar murah perdana kita laksanakan di Pasar Lapulu (kemarin). Kedepan kita masih akan melaksanakan pasar murah berdasarkan titik yang telah ditentukan agar bisa menjangkau seluruh masyarakat Kota Kendari,” kata Salni.

Salni menambahkan, dalam pasar murah ini, pihaknya menawarkan bahan pangan dengan harga terjangkau seperti beras yang dibanderol hanya sekira Rp 50 ribu/5 kg, minyak goreng Rp 14 ribu/liter dan gula pasir hanya Rp 14.500/kg.

“Pasar murah ini kita laksanakan sebagai bentuk dukungan kita kepada pemerintah Kota Kendari yang sudah membantu UD Maju dalam mengembangkan bisnis di Kota Kendari. Pasar murah ini juga merupakan bentuk kepedulian perusahaan kepada masyarakat Kota Kendari,” pungkasnya.

(ADV)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA