Kendari Surplus Pangan, Stok Aman Hingga Akhir Tahun 2023

waktu baca 5 menit
Selasa, 7 Nov 2023 07:46 115 radarkendari.id

Kendari – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari memastikan ketersediaan bahan pangan aman hingga akhir tahun ini (2023). Itu disampaikan Penjabat (Pj) Wali Kota Kendari, Asmawa Tosepu, Selasa (07/11/2023).

Kepala Disketapang Kota Kendari, Abdul Rauf (paling kiri) memantau ketersediaan pangan disalah satu distributor di Kota Kendari, Selasa (07/11/2023).

Ia memastikan ketersediaan sembilan bahan pokok (sembako) di Kota Kendari aman hingga tiga bulan kedepan.

“Diperkirakan untuk tiga bulan kedepan ketersediaan bahan sembako di Kota Kendari ini aman dan sudah kita lakukan pengecekan baik ditingkat distributor maupun di gudang Bulog,” ungkap Asmawa Tosepu.

Selain memastikan ketersediaannya mencukupi, Asmawa juga memastikan alur distribusi bahan pokok ke Kota Kendari berjalan lancar. Menurutnya, distribusi bahan pangan dari daerah pemasok sangat menentukan laju inflasi didaerah.

“Pemerintah Kota Kendari melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus bekerja agar inflasi di Kota Kendari terkendali sehingga masyarakat bisa menjangkau kebutuhan pangannya dengan harga yang ekonomis,” tuturnya.

Terpisah, Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kota Kendari, Abdul Rauf mengungkapkan, berdasarkan hasil pantauannya dibeberapa distributor pangan di Kota Kendari, stok pangan daerah masih Surplus.

Ia mengungkapkan, stok beras masih Surplus sebanyak 3.606 ton, gula pasir 365 ton, gula pasir 515 ton, telur ayam 4,68 ton, bawang merah 36,44 ton, dan cabai 1,28 ton. “Bahan pangan di Kota Kendari masih aman. Masih cukup hingga akhir tahun ini,” ungkap Abdul Rauf.

Mantan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Kendari ini berharap masyarakat ditengah kondisi kekeringan berkepanjangan ini agar semakin bijak berbelanja dan tidak boros pangan. Itu penting dilakukan dalam rangka mendukung ketersediaan bahan pangan di Kota Kendari.

“Meski saat ini kita masih Surplus bahan pangan tapi kami harap masyarakat bisa baik dalam berbelanja maupun dalam konsumsi pangan. Harus bijak, harus hemat agar panga kita tetap aman,” pungkasnya.

Pemkot Kendari Fokus Pada Pengendalian Inflasi Daerah

Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari bersama DPRD tengah membahas Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (R-APBD) Tahun Anggaran 2024, Senin (06/11/2023). Hasilnya, Pemkot dan DPRD sepakat memanfaatkan APBD untuk peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan mengendalikan inflasi daerah.

Pj Wali Kota Kendari, Asmawa Tosepu (kiri) menyerahkan dokumen RAPBD kepada Ketua DPRD Kota Kendari Subhan (kanan), Senin (06/11/2023).

Penjabat (Pj) Wali Kota Kendari, Asmawa Tosepu mengatakan pihaknya bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) melakukan sinkronisasi rencana kerja untuk meningkatkan SDM dan daya saing, pengendalian inflasi, dan pengendalian kemiskinan.

Selanjutnya selanjutnya, APBD 2024 juga difokuskan pada peningkatan kualitas lingkungan hidup, serta penguatan sistem ketangguhan kota, tata kelola pemerintahan yang efisien dan peningkatan keamanan dan ketertiban umum serta pencegahan konflik sosial.

Disisi lain, pihaknya juga bakal memanfaatkan APBD untuk mendorong agar Pendapatan Asli Daerah (PAD) terus dimaksimalkan dengan menggali potensi yang ada.

“Di antaranya pemutakhiran data potensi objek pajak dan retribusi daerah, pengembangan sistem informasi pelayanan dan pendapatan berbasis digital, serta mengintensifkan pelaksanaan integrasi data pajak bersama Kementerian Republik Indonesia,” jelasnya.

Sebelumnya, tujuh Fraksi di DPRD Kota Kendari menyetujui R-APBD tahun 2024 untuk dibahas lebih lanjut. Hal itu disampaikan seluruh perwakilan fraksi dalam rapat paripurna DPRD Kota Kendari.

Selain pembahasan R-APBD tahun 2024, agenda paripurna DPRD juga dilanjutkan dengan penandatanganan Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) oleh Pj Wali Kota Kendari. Terdapat sembilan raperda yang diajukan Pemkot Kendari.

Sembilan raperda itu meliputi perubahan Perda Kota Layak Anak, Raperda tentang penyelenggaraan cadangan pangan, Raperda tentang pertangungjawaban APBD tahun 2023, Raperda tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Kendari tahun anggaran 2025, Raperda tentang perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Kendari tahun 2024.

Selanjutnya raperda yang dibahas meliputi, Raperda tentang perubahan ke empat atas peraturan daerah Kota Kendari tentang pembentukan dan susunan perangkat daerah Kota Kendari, Raperda tentang penggelolaan zakat, Raperda tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah tahun 2025-2045 dan Raperda perubahan tentang rencana perubahan tata ruang wilayah Kota Kendari tahun 2010-2030.

Gandeng Perusahaan Gelar Pasar Murah

Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari mengandeng Stakeholder dan perusahaan menggelar kegiatan Pasar Murah. Pasar murah dilaksanakan dalam rangka mengendalikan Inflasi yang masih melanda seluruh wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra) termasuk Kota Kendari. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Kendari tercatat masih mengalam ini inflasi 3,30 persen.

Asisten III Setda Kota Kendari, Makmur (paling kiri) bersama pimpinan salah satu perusahaan di Kendari meneken kerja sama pelaksanaan pasar murah.

Berangkat dari hal tersebut, Pemerintah Kota Kendari berupaya mengendalikan inflasi lewat beberapa program. Salah satunya lewat kegiatan pasar murah. Pemkot Kendari tak sendiri, melainkan telah menggandeng UD Maju Motor Martandu sebagai partner kegiatan.

Penjabat (Pj) Wali Kota Kendari, Asmawa Tosepu diwakili Asisten III Setda Kota Kendari, Makmur mengatakan pasar murah dilaksanakan dalam rangka menekan laju inflasi yang masih melanda Kota Kendari.

“Lewat pasar murah, pemerintah berusaha membantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pokoknya. Jika masyarakat mampu menjangkau pangan dan terpenuhi kebutuhannya maka bisa berkontribusi menekan laju inflasi,” ungkap Makmur usai menandatangi kerjasama pelaksanaan pasar murah dengan UD Maju Motor Kendari di Pasar Lapulu, kemarin.

Pada kesempatan yang sama, Pimpinan UD Maju Motor Martandu, Salni mengaku siap membantu pemerintah dalam menekan inflasi lewat pasar murah.

Sesuai isi kerjasama, kata Salni, pihaknya bakal mensuport kegiatan pasar murah selama setahun kedepan berdasarkan titik yang telah ditentukan oleh Pemkot Kendari.

“Untuk pelaksanaan pasar murah perdana kita laksanakan di Pasar Lapulu (kemarin). Kedepan kita masih akan melaksanakan pasar murah berdasarkan titik yang telah ditentukan agar bisa menjangkau seluruh masyarakat Kota Kendari,” kata Salni.

Salni menambahkan, dalam pasar murah ini, pihaknya menawarkan bahan pangan dengan harga terjangkau seperti beras yang dibanderol hanya sekira Rp 50 ribu/5 kg, minyak goreng Rp 14 ribu/liter dan gula pasir hanya Rp 14.500/kg.

“Pasar murah ini kita laksanakan sebagai bentuk dukungan kita kepada pemerintah Kota Kendari yang sudah membantu UD Maju dalam mengembangkan bisnis di Kota Kendari. Pasar murah ini juga merupakan bentuk kepedulian perusahaan kepada masyarakat Kota Kendari,” pungkasnya.

(ADV)

 

 

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA