BP Tapera Dukung Pemprov Sultra Siapkan Perumahan Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah

waktu baca 2 menit
Rabu, 16 Agu 2023 14:36 95 radarkendari.id

KENDARI – Badan Pengelola (BP) Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) mendukung upaya Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dalam menyiapkan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Bumi Anoa.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Divisi Penyaluran dan Pembiayaan BP Tapera, Alfian Arif saat diwawancara oleh fajar.co.id, usai mengikuti pembukaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Sultra, Selasa (15/8).

“Kalau Kredit Perumahan Rakyat (KPR) Bersubsidi di Sultra, modelnya semuanya open komitmen, sebanyak apapun kami terima, jelas mengikuti ketersediaan anggaran,”ungkapnyaungkapnya dikutip dari sultra.fajar.co.id.

Lanjutnya, Sultra ini menduduki peringkat ke 10 secara nasional, ada 3.454 hingga tanggal 30 Juni 2023, tapi untuk penyerapan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Badan Pengelola (BP) Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) atau pembiayaan Tapera, Sultra itu memperoleh di posisi dua terbesar di Indonesia, sebanyak 212 unit subsidi.

“Ini potensi besar untuk Sultra, untuk memberikan kesempatan bagi PNS yang belum mempunyai rumah, supaya bisa membeli rumah,”jelasnya.

Sambungnya, BP Tapera siap untuk mensupport Pemerintah Provinsi untuk memenuhi kebutuhan umum bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), entah itu PNS atau Non PNS, termasuk teman-teman wartawan.

“Untuk pekerja tambang, yang jelas dia masuk dalam karakternya, minimal maksimal gajinya 8 juta rupiah, belum punya rumah, dia bisa diprioritaskan ataupun non peace income, dia pegawai kontrak ataupun dia pedagang, dia masih bisa ikut Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) bersubdisi, tapi kalau untuk PNS itu hanya pembiayaan Tapera, wartawan masuk ke FLPP jadi wartawan yang belum mempunyai rumah, silahkan mendekat ke Base Transceiver Station (BTS), pasti punya rumah,”terangnya.

Katanya lagi, untuk masyarakat rentan atau disabilitas, itu ada program lain dari Kementerian PU, Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) biasanya, kalau di kita khusus kalau disabilitas dia punya penghasilan, walaupun dia berdagang, dia masih bisa.

“Target 1 Juta rumah secara nasional, untuk saat ini sisa Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) kita 2024, sisa 180 ribu rumah, jadi kita sudah mencapai RPJMN diatas 980 ribu, satu juta itu, Alhamdulillah sudah terlewati,”pungkasnya.(IMR/FNN)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA