Cincin Terjebak di Jari Anak Magang, Damkarmat Kendari Turun Tangan di Kantor Kominfo

waktu baca 2 menit
Kamis, 10 Sep 2026 21:28 32 redaksi

RADAR KENDARI – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Kendari kembali melakukan aksi penyelamatan.

Kali ini, petugas membantu melepaskan cincin yang terpasang pada jari seorang anak magang di Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Kendari.

Korban diketahui bernama Siti Nur Magafira (17), warga Sindangkasih. Proses evakuasi berlangsung pada Selasa (8/9/2026) pagi, setelah jari korban mengalami pembengkakan akibat kecelakaan yang dialaminya.

Kasi Humas Dinas Damkar Kota Kendari, Martoyo Awaluddin, mengatakan pihaknya menerima laporan dari staf Dinas Kominfo Kota Kendari sekitar pukul 09.10 WITA.

“Setelah menerima laporan, tim penyelamatan langsung menuju lokasi untuk memberikan bantuan evakuasi cincin yang terpasang di jari korban,” ujar Martoyo.

Tim berangkat dari markas pada pukul 09.13 WITA dan tiba di lokasi tiga menit kemudian. Petugas selanjutnya menyiapkan peralatan penyelamatan untuk melepaskan cincin yang sulit dikeluarkan karena jari korban mengalami pembengkakan.

Dalam proses evakuasi, petugas menggunakan sejumlah peralatan pendukung, termasuk gurinda kecil. Penanganan dilakukan secara hati-hati hingga cincin berhasil dilepaskan dari jari korban.

“Proses evakuasi berjalan lancar dan cincin berhasil dilepaskan dari jari korban,” jelasnya.

Penanganan selesai sekitar pukul 09.26 WITA. Setelah memastikan proses penyelamatan selesai, tim kemudian kembali ke Mako Damkarmat Kota Kendari dan tiba sekitar pukul 09.38 WITA.

Dalam kegiatan tersebut, Danton Peleton 1 Muslim, S.Si., bersama Regu Tim Penyelamatan terlibat langsung dalam proses evakuasi.

Martoyo menambahkan, selama proses penanganan tidak terdapat kendala. Tim juga melakukan dokumentasi sebagai bagian dari laporan kegiatan penyelamatan.

Peristiwa ini menjadi salah satu bentuk respons cepat Damkarmat Kota Kendari dalam memberikan pelayanan penyelamatan kepada masyarakat, termasuk dalam kondisi darurat yang membutuhkan penanganan dengan peralatan khusus.

EDITOR : AGUS SETIAWAN

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA