Butuh 89 Ribu Telur per Hari untuk SPPG, Pemkot Kendari Dorong Rantai Pasok dari Pengusaha Lokal

waktu baca 2 menit
Kamis, 10 Sep 2026 12:17 59 redaksi

RADAR KENDARI — Pemerintah Kota Kendari memberikan perhatian serius terhadap pemenuhan pasokan bahan pangan untuk 39 Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang beroperasi di wilayah Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

Dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Harga Pangan Tahun 2026 yang digelar Pemkot Kendari bersama Forkopimda dan Perum Bulog, pemenuhan gizi masyarakat melalui SPPG menjadi salah satu fokus utama yang dibahas.

Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, memaparkan bahwa operasional SPPG membutuhkan pasokan komoditas bahan pokok dalam jumlah yang sangat besar setiap harinya.

“Kebutuhan telur untuk 39 dapur SPPG di Kendari saja mencapai sekitar 89.000 butir per hari, belum termasuk kebutuhan masyarakat umum dan industri kuliner yang jika ditotal menembus lebih dari 100.000 butir. Sementara untuk kebutuhan daging ayam potong, tiap SPPG memerlukan sekitar 200 ekor per hari,” papar Siska.

Dorong Multiplier Effect dan Pelibatan UMKM Lokal

Tingginya permintaan bahan baku gizi harian ini dinilai menjadi peluang besar untuk menggerakkan roda perekonomian daerah.

Oleh karena itu, Wali Kota meminta agar rantai pasok untuk kebutuhan dapur SPPG mengutamakan hasil produksi distributor, peternak, dan UMKM lokal Kota Kendari.

“Kebutuhan pangan untuk dapur SPPG ini sangat tinggi dan harus memberikan multiplier effect bagi warga Kendari sendiri. Jangan sampai kebutuhan kita besar, tapi pasokannya diambil dari luar daerah sementara pengusaha dan bahan pangan lokal kita justru tidak terserap,” tegasnya.

Langkah ini juga sejalan dengan komitmen Pemkot Kendari yang telah berhasil menyerap 98% tenaga kerja ber-KTP Kendari dalam berbagai program dan kegiatan daerah.

Menjaga Stabilitas Harga dan Pasokan

Untuk memastikan program pemenuhan gizi berjalan lancar tanpa memicu kenaikan harga pasar, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari, Abdul Rauf, menyampaikan bahwa pihaknya bersama Satgas Pangan akan terus memantau ketersediaan dan kestabilan harga komoditas pendukung seperti telur, ayam, dan sayur-mayur.

Sementara itu, Perum Bulog Sultra memastikan pasokan beras untuk wilayah Kendari berada dalam kondisi aman hingga 1,5 tahun ke depan, sehingga kebutuhan beras untuk masyarakat maupun operasional SPPG dipastikan terjamin.

Melalui sinergi antara pemerintah, pengelola SPPG, distributor, dan pelaku usaha lokal, Pemkot Kendari optimistis program pemenuhan gizi masyarakat dapat berjalan optimal sekaligus meningkatkan kedaulatan ekonomi petani dan peternak lokal.

Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA