CMSE 2026 Pecahkan Rekor, Dikunjungi 15.372 Orang Selama Tiga Hari

waktu baca 4 menit
Minggu, 8 Nov 2026 13:55 5 redaksi

RADAR KENDARI – Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2026 sukses mencatatkan rekor baru dengan menarik 15.372 pengunjung secara langsung selama tiga hari penyelenggaraan, 5–7 November 2026.

Jumlah tersebut meningkat 31,59 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 11.682 pengunjung.

Pencapaian ini mencerminkan semakin tingginya antusiasme masyarakat terhadap pasar modal Indonesia sekaligus menunjukkan besarnya minat publik untuk mengenal lebih jauh dunia investasi.

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Self-Regulatory Organization (SRO), yakni PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dengan dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), resmi menutup rangkaian CMSE 2026 pada Sabtu (7/11).

Mengusung tema “Satu Langkah Investasi, Berjuta Peluang Masa Depan”, kegiatan tersebut berlangsung secara hybrid di Main Hall BEI, Jakarta, serta disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube BEI.

Secara keseluruhan, CMSE 2026 berhasil menjangkau 36.605 pengunjung. Angka tersebut terdiri atas 15.372 pengunjung yang hadir langsung dan 21.233 peserta yang mengikuti secara virtual melalui kanal digital BEI maupun kegiatan nonton bersama di berbagai Kantor Perwakilan BEI.

Ajang ini juga menghadirkan 17 narasumber, sembilan moderator, serta 88 booth yang melibatkan 104 tenant dari berbagai pelaku industri dan pemangku kepentingan pasar modal.

Keberhasilan CMSE 2026 turut didukung rangkaian Road to CMSE 2026 yang digelar di berbagai wilayah Indonesia sejak Agustus hingga Oktober 2026.

Melalui 100 kegiatan yang melibatkan 115 mitra, program tersebut berhasil menjangkau 92.838 peserta dan mencatatkan 76.236 investor baru di pasar modal Indonesia.

Selain menjadi ruang edukasi dan promosi investasi, CMSE 2026 juga menghadirkan sejumlah agenda penting. Di antaranya pemberian penghargaan Galeri Investasi BEI (GI BEI Award) 2026 pada 5 November serta peluncuran Indonesia ESG Bond Index oleh PT Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI) pada 6 November.

Selama tiga hari, pengunjung mendapatkan berbagai materi edukasi, mulai dari perencanaan keuangan, pengenalan instrumen pasar modal, investasi syariah, ETF Emas hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam dunia keuangan.

Pada hari pertama, seminar utama bertajuk “Indonesia’s Economic & Investment Outlook” membahas prospek ekonomi dan peluang investasi ke depan.

Hari kedua diisi talkshow “Financial Freedom Roadmap: Strategi Investasi untuk Setiap Tahap Kehidupan”, sesi “Which Investment Fits You?” serta edukasi pasar modal syariah melalui tema “Investlife Balance: Profit Halal, Berkah Maksimal”.

Sementara pada hari ketiga, edukasi difokuskan pada ETF Emas dan pemanfaatan AI di sektor keuangan. Rangkaian kegiatan juga menghadirkan sesi inspiratif untuk mendorong keterlibatan generasi muda dalam pasar modal, sebelum ditutup dengan penampilan RAN dan pengundian hadiah utama.

Direktur Pengembangan BEI, Iding Pardi, dalam sambutan penutupan menyampaikan bahwa CMSE tahun ini mengangkat semangat olahraga maraton sebagai representasi perjalanan investasi.

Menurutnya, maraton bukan sekadar tentang mencapai garis finis, tetapi juga membutuhkan persiapan, latihan, kemampuan menjaga stamina serta ketangguhan dalam menghadapi berbagai tantangan.

Filosofi tersebut, kata Iding, memiliki kesamaan dengan perjalanan investasi yang membutuhkan proses, kedisiplinan dan konsistensi.

“Keberhasilan tidak semata-mata ditentukan oleh seberapa cepat seseorang memperoleh keuntungan, tetapi juga oleh kemampuannya untuk terus belajar, menjaga disiplin, memahami risiko, dan konsisten menjalankan tujuan keuangan,” ujar Iding.

Ia menegaskan, penyelenggaraan CMSE 2026 menjadi salah satu upaya BEI untuk memperkenalkan pasar modal beserta berbagai produk investasinya sekaligus meningkatkan kualitas investor di Indonesia.

Menurutnya, pertumbuhan jumlah investor harus diimbangi dengan peningkatan pemahaman masyarakat terhadap karakteristik setiap instrumen investasi, termasuk risiko yang menyertainya.

Untuk itu, BEI terus memperluas jangkauan edukasi dan inklusi pasar modal melalui berbagai program, seperti Sekolah Pasar Modal, pengembangan Galeri Investasi BEI, program Duta Pasar Modal serta pengenalan beragam instrumen investasi, mulai dari saham, reksa dana, ETF, obligasi hingga sukuk.

Melalui berbagai inisiatif tersebut, BEI berharap literasi dan pemahaman masyarakat semakin meningkat sehingga partisipasi publik dalam pasar modal dapat terus diperluas.

Iding berharap CMSE 2026 menjadi momentum bagi masyarakat untuk berani mengambil langkah pertama dalam berinvestasi, sekaligus terus meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mengenai pasar modal.

Ia menambahkan, berakhirnya penyelenggaraan CMSE 2026 bukan berarti berakhirnya perjalanan edukasi investasi. Sebaliknya, momentum tersebut menjadi awal untuk membangun pasar modal Indonesia yang semakin inklusif dan berkelanjutan.

“Mari jadikan semangat CMSE 2026 sebagai energi untuk terus bergerak dan berkolaborasi dalam membuka lebih banyak kesempatan bagi masyarakat untuk berpartisipasi di pasar modal,” tutup Iding.

Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA