Dinas PUPR Kendari Bungkam Soal Penderitaan Warga Tobimeita

waktu baca 2 menit
Selasa, 20 Jan 2026 11:00 441 radarkendari.id

RADARKENDARI.ID – Kondisi infrastruktur jalan di Kelurahan Tobimeita, Kecamatan Nambo, Kota Kendari, semakin memprihatinkan.

Meski nakhoda pemerintahan di Kota Bertakwa ini sudah berganti hingga lima kali, akses jalan utama warga di wilayah tersebut sama sekali belum pernah tersentuh aspal.

Ironisnya, hingga saat ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kendari masih memilih bungkam terkait kepastian perbaikan jalan tersebut.

Kadis PUPR Kota Kendari, Muh Jayadi saat dihubungi pewarta media ini, Selasa (20/01/2026) tidak berkomentar meski sudah membaca pesan dari wartawan.

Keluhan warga Tobimeita kini telah mencapai titik jenuh. Salah satu warga, Opung, mengungkapkan bahwa selama puluhan tahun mereka harus bertahan dengan kondisi jalan yang rusak parah.

Padahal, Tobimeita merupakan bagian dari ibu kota provinsi, namun kualitas infrastrukturnya tak ubahnya wilayah terpencil.

“Sudah berapa kali ganti Wali Kota, tapi jalanan kami belum pernah diaspal. Kalau musim panas kami makan debu, kalau hujan jalanan jadi becek dan berlumpur seperti kubangan,” keluh Opung pada Senin (19/1/2026).

Senada dengan itu, Ketua RT 10 Kelurahan Tobimeita, Rosnani, menegaskan bahwa usulan perbaikan jalan selalu menjadi prioritas dalam setiap Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Namun, hingga kini realisasinya nol besar.

“Kita sudah jenuh. Tiap tahun di Musrenbang itu terus yang diusulkan. Sudah pernah datang diukur, eh ternyata tidak jadi lagi,” ujar Rosnani dengan nada kecewa.

Data di lapangan menunjukkan kerusakan jalan ini melingkar dan melewati beberapa wilayah mulai dari RT 03, 07, 09, 10, hingga RT 11. Estimasi panjang jalan yang rusak mencapai 3 kilometer.

Di RT 10 dan RT 11 saja, terdapat sedikitnya 110 Kepala Keluarga (KK) yang setiap harinya bergantung pada akses jalan tersebut untuk mobilitas menuju sekolah dan layanan kesehatan.

Warga juga menyayangkan adanya informasi bahwa anggaran perbaikan jalan diduga sempat dialihkan ke lokasi lain dengan alasan wilayah Tobimeita dianggap “belum mendesak”.

Selain kondisi jalan yang rusak, kawasan ini juga minim penerangan sehingga sangat gelap dan rawan saat malam hari.

Namun, upaya konfirmasi yang dilakukan awak media kepada Dinas PUPR Kota Kendari hingga berita ini diturunkan belum membuahkan hasil.

Pihak dinas terkait belum memberikan tanggapan maupun jawaban resmi mengenai kapan jalan di Kelurahan Tobimeita akan diprioritaskan untuk pengaspalan.

Masyarakat kini hanya bisa berharap agar Pemerintah Kota Kendari tidak hanya fokus melakukan pembangunan di pusat kota, tetapi juga memperhatikan hak warga di pinggiran kota yang selama puluhan tahun dianaktirikan dalam hal pembangunan infrastruktur.

Penulis : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA