Dorong Inklusi Keuangan Pelajar, Pemkot Kendari Sabet Penghargaan Implementasi KEJAR Terbaik Regional Sulawesi

waktu baca 2 menit
Sabtu, 29 Agu 2026 09:03 51 redaksi

RADAR KENDARI — Pemerintah Kota Kendari sukses mengukir prestasi bergengsi di tingkat nasional. Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, didapuk sebagai Kepala Daerah dengan Wilayah Implementasi KEJAR Terbaik tingkat Kabupaten/Kota Regional Sulawesi dalam ajang KEJAR Award 2026.

Puncak penganugerahan bertema “Langkah Cerdas Menjadi Generasi Emas” tersebut diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Sekolah Rakyat Menengah Atas 13 Bekasi, Jawa Barat, Jumat (28/8/2026), bertepatan dengan Puncak Hari Indonesia Menabung.

Penetapan apresiasi tersebut tertuang dalam Surat OJK Nomor S-531/EP.01/2026 yang ditandatangani oleh Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan OJK, Mohammad Ismail Riyadi.

Penghargaan ini menjadi bentuk pengakuan atas partisipasi aktif Pemkot Kendari dalam memperluas jangkauan inklusi keuangan pelajar.

Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, menegaskan bahwa Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) merupakan langkah strategis untuk membangun literasi keuangan anak sejak dini.

“Program KEJAR merupakan salah satu upaya mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan sejak usia sekolah melalui kepemilikan rekening oleh pelajar. Program ini juga menjadi bagian dari upaya membangun kebiasaan menabung sekaligus memperkenalkan layanan kepada generasi muda,” ujar Siska.

Keberhasilan Pemkot Kendari meraih penghargaan regional ini didukung data konkret. Dari total 55.763 siswa SD dan SMP di Kota Kendari, sebanyak 50.537 siswa atau lebih dari 90 persen telah memiliki rekening tabungan perbankan.

“Insyaallah dalam waktu dekat kita akan mencapai target 100 persen. Kita ingin seluruh siswa memiliki rekening dan terbiasa menabung sejak dini sesuai arahan program nasional,” tegasnya.

Siska turut menyampaikan apresiasi kepada industri perbankan dan para sponsor yang memfasilitasi setoran awal pembukaan rekening bagi para siswa. Kolaborasi ini dinilai sangat membantu pelajar memulai kebiasaan finansial tanpa membebani orang tua.

Ia menekankan bahwa gerakan menabung berfokus pada pembentukan karakter generasi masa depan.

“Kita ingin menabung menjadi budaya sejak dini. Dengan begitu anak-anak belajar mengelola uang dan tidak tumbuh dengan perilaku boros yang nantinya justru membebani orang tua,” pungkas Siska.

EDITOR : AGUS SETIAWAN

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA