DPRD Kendari Dukung Pasar Murah yang Digelar Kadin Sultra

waktu baca 2 menit
Rabu, 2 Agu 2023 17:48 117 radarkendari.id

Kendari – Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Sultra mengupayakan kebutuhan pangan masyarakat terpenuhi. Itu dibuktikan lewat pasar murah yang digelar di Kawasan Pasar Wayong Kelurahan Kadia, kemarin. Kegiatan pasar murah melibatkan Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari dan Bank Indonesia serta DPRD Kendari akan berlangsung selama sepekan mendatang.

Kegiatan pasar murah tersebut mendapatkan apresiasi dari Ketua DPRD Kendari, Subhan. Menurutnya, kegiatan tersebut sangat positif dalam rangka membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangannya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Umum Kadin Sultra Sastra Alamsyah mengungkapkan selama pasar murah (1 – 8 Agustus 2023) pihaknya telah menyiapkan sebanyak 10 ribu paket sembako yang dijual dengan harga subsidi yakni Rp105 ribu/paket.

“Isi dalam satu paket sembako itu berupa tepung terigu, gula, daging dan minyak goreng masing-masing 1 kilogram. Untuk harga pasar sendiri dijual dengan harga Rp160ribu-170 ribu, namun karena disubsidi oleh pemerintah sehingga dijual dengan harga Rp105 ribu per paketnya,” ungkapnya.

Lanjut dia, dalam pasar murah yang digelar kali ini, pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) dan pembeli wajib menggunakan sistem pembayaran secara digital atau non tunai. Hal itu sebagai bentuk dukungan Kadin terhadap meningkatkan pengguna QRIS (Quick Response Indonesian Standard) di Bumi Anoa.

“Kami sangat membackup sekali, dari program pemerintah dan Kadin memang selama ini membackup bagaimana teman-teman pedagang UMKM terdigitalisasi dengan QRIS,” jelas Sastra.

Pada kesempatan yang sama, Penjabat (Pj) Wali Kota Kendari yang diwakili Asisten II, Susanti mengatakan, bahwa pasar murah dengan sistem digital ini merupakan langkah kongkrit yang dilakukan dalam rangka percepatan penerapan pembayaran secara non tunai.

Terlebih era digital merupakan era baru yang perkembangannya begitu pesat, olehnya itu digitalisasi pelayanan sebagai upaya penyesuaian.

“Selain meminimalisir tingkat kejahatan yang kerap terjadi dilingkungan pasar, pembayaran non tunai juga lebih praktis dan efisien sebab tidak lagi direpotkan dengan membawa uang secara tunai apalagi dengan jumlah yang banyak,” kata Susanti.

Mantan Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Kendari ini berharap, selain masyarakat dan pedagang bisa teredukasi tentang sistem pembayaran digital, kehadiran pasar murah dengan paket pangan murah didalamnya bisa membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokoknya. (wan/wan)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA