Kepala Basarnas Kendari, Muhamad Arafah saat memimpin apel sebelum melaksanakan patroli libur Nataru di Perairan Sulawesi Tenggara, Sabtu (30/12/2023). Kendari, RadarKendari.id – Basarnas Kendari mengimbau masyarakat agar berhati-hati saat beraktifitas disungai. Pasalnya, sepanjang 2023 telah terjadi empat kasus kondisi membahayakan manusia akibat diterkam buaya.
Kepala Basarnas Kendari, Muhamad Arafah mengungkapkan, sebanyak empat kasus yang ditangani pihaknya terdiri dari 2 kasus di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), 1 Kasus di Buton Utara (Butur) , dan 1 Kasus di Kolaka Timur (Koltim).
“Jumlahnya mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan tahun lalu (2022) dimana terjadi hanya dua kasus yakni yang terjadi di Kabupaten Muna dan Kolaka Timur. Kami harap masyarakat tetap waspada dan berhati-hati saat beraktifitas di sungai,” ungkap Muhamad Arafah saat konferensi pers di KN Pacitan 02, Sabtu (30/12/2023).
Selain memaparkan kasus diterkam buaya, Basarnas Kendari juga memaparkan jumlah kecelakaan kapal di Sulawesi Tenggara (Sultra) pada tahun ini mengalami peningkatan sebanyak 5 kasus dari 38 kasus pada 2022 menjadi 43 kasus 2023.
Muhamad Arafah mengungkapkan, kecelakaan kapal terbanyak berada diwilayah Perairan Buton sebanyak 19 kasus yang terjadi dimana di tahun sebelumnya kasus kecelakaan kapal banyak terjadi diwilayah Perairan Wakatobi.
“Data kecelakaan tahun 2023 sebanyak kecelakaan kapal 43 kasus dan kondisi membahayakan manusia 24 kasus sehingga total keseluruhan sebanyak 67 Kasus,” ungkap Muhamad Arafah.
“Korban jiwa selamat sebanyak 1.103 orang, meninggal 35 orang, hilang 12 orang sehingga total keseluruhan sebanyak 1.150 orang,” tambahnya.
Sebagai informasi, jumlah Personil KPP Kendari yakni Aparatur Sipil Negara (ASN) sebanyak 116 orang, Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri (PPNPN) 14 orang masing-masing terbagi di Kantor 3 Pos SAR, 3 Unit Siaga SAR dan 3 Kapal.
Untuk Potensi SAR yang tersebar di wilayah kerja Basarnas Kendari sebanyak 773 orang yang sudah mengikuti pelatihan dan dinyatakan lulus, untuk ditahun ini, telah dilakukan 2 pelatihan yang dilaksanakan di Kabupaten Kolaka dan Kota Kendari dimana dari total 100 Orang yang dilatih. (yud)
Tidak ada komentar