IKWI Sultra Meriahkan HUT ke-65, Busana Adat Muna Raih Posisi 10 Terbaik Nasional

waktu baca 2 menit
Kamis, 23 Jul 2026 13:17 36 redaksi

RADAR KENDARI — Pengurus Daerah Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) turut memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) IKWI ke-65.

Acara ini dipusatkan di Sekretariat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sultra, Jalan Balaikota, Kendari, pada Selasa (21/7/2026).

Peringatan HUT ke-65 ini digelar secara serentak secara daring di 38 provinsi se-Indonesia dengan mengusung tema “Bersama IKWI Kita Lestarikan Adat dan Budaya Daerah Indonesia”.

Rangkaian kegiatan diisi dengan webinar bertajuk “Transformasi Penggunaan Kompor Gas ke Listrik”serta Lomba Fashion Busana Daerah Nusantara.

Ketua IKWI Sultra, Haspiana, S.H., didampingi Sekretaris Yuliana, mengungkapkan rasa syukurnya atas partisipasi IKWI Sultra dalam agenda nasional tersebut.

“Alhamdulillah, IKWI Sultra turut menjadi peserta dalam peringatan HUT IKWI ke-65 ini, termasuk menjadi salah satu peserta lomba busana adat daerah yang digelar IKWI Pusat,” ujar Haspiana kepada media.

Haspiana menegaskan, keikutsertaan IKWI Sultra bukan sekadar ajang seremonial, melainkan wadah untuk mempererat tali silaturahmi antaranggota IKWI di seluruh Indonesia.

Selain itu, kegiatan ini menjadi momentum untuk menunjukkan kekompakan sebagai bagian dari keluarga besar wartawan.

Menariknya, dalam ajang Lomba Fashion Busana Daerah Nusantara yang diikuti oleh pengurus IKWI se-Indonesia, IKWI Sultra berhasil dinobatkan sebagai salah satu peserta dengan 10 Busana Adat Nusantara Terbaik.

Pencapaian ini dinilai menjadi kesempatan emas untuk mempromosikan kekayaan seni dan budaya Sulawesi Tenggara di tingkat nasional.

Dalam lomba busana adat tersebut, para peserta diminta tampil mengenakan pakaian adat daerah masing-masing yang direkam dalam bentuk video, diiringi musik khas, serta dilengkapi dengan narasi filosofi pakaian tersebut.

“Pada sesi perlombaan, IKWI Sultra menampilkan pakaian adat Muna khas wanita dari Sulawesi Tenggara. Atasan berlengan panjang dipadukan dengan sarung tenun khas (bheta) dan selendang. Penampilan semakin anggun dengan tambahan ikat pinggang atau kain pelapis (simpulan kagogo), serta hiasan manik-manik dan aksesori emas,” jelas Haspiana.

Ajang fashion show ini diselenggarakan dengan tujuan utama mengajak seluruh anggota IKWI se-Indonesia untuk terus melestarikan budaya dan adat daerah di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan gempuran budaya asing.

Melalui kegiatan ini, diharapkan warisan budaya Nusantara tetap terjaga, tidak tergerus oleh zaman, dan terus lestari tanpa kekhawatiran akan kepunahan.

EDITOR : AGUS SETIAWAN

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA