Internal Serikat Karyawan PT VDN Bergolak, Gaya Kepemimpinan Ketua Digoyang Isu Sapi Kurban

waktu baca 3 menit
Rabu, 27 Mei 2026 20:50 46 radarkendari.id

KONAWE – Riak-riak ketidakpuasan hebat tengah melanda internal Serikat Karyawan (Sekar) PT VDN. Sejumlah pengurus dan anggota secara terang-terangan menyuarakan kekecewaan terhadap gaya kepemimpinan sang Ketua, inisial B.

Kepemimpinannya dinilai tidak transparan dan cenderung mengabaikan aspirasi arus bawah.

Puncaknya, kini mencuat desakan kuat dari mayoritas anggota untuk segera menggelar kongres luar biasa guna melakukan penyegaran struktural dan mengganti nakhoda organisasi agar tidak mengalami stagnasi yang berlarut-larut.

Salah satu pemantik utama kekecewaan yang telah lama terpendam ini adalah pengelolaan bantuan sapi kurban tahunan dari pihak manajemen PT VDN.

Sebagai raksasa industri, PT VDN secara rutin mengalokasikan jatah hewan kurban untuk serikat karyawan menjelang Hari Raya Idul Adha.

Namun, bantuan yang sejatinya diperuntukkan bagi kemaslahatan bersama tersebut dinilai tidak pernah dirasakan manfaatnya oleh anggota.

Tokoh senior serikat, Arsyad Soke, mengungkapkan bahwa anggota telah berulang kali mengusulkan agar penyembelihan hewan kurban dilaksanakan di area perusahaan.

Tujuannya agar para pekerja dapat merasakan langsung kebersamaan dan menikmati daging kurban tersebut. Sayang, usulan itu selalu bertepuk sebelah tangan.

“Ketua Serikat (B) tidak pernah menerima usulan atau saran dari anggota pengurus terkait hal ini. Kenyataannya, sapi kurban bantuan tersebut diduga kuat dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi,” ujar Arsyad Soke, Rabu (27/05/2026).

Arsyad menambahkan, dugaan pengalihan bantuan ini bukan sekadar isapan jempol. Berdasarkan kesaksian para anggota dan jejak digital di media sosial, hewan kurban tersebut selalu dibawa dan disembelih di kediaman pribadi sang ketua.

“Ada beberapa video postingan di media sosial dan saksi mata yang melihat kejadian tersebut, dan ini berlangsung konsisten sejak tahun 2019,” tegas Arsyad.

Persoalan sapi kurban ini rupanya hanya menjadi puncak gunung es dari raport merah kepemimpinan yang dinilai jalan di tempat.

Selain masalah transparansi, sejumlah pengurus mengeluhkan banyaknya kepentingan dan kebutuhan mendasar anggota serikat yang selama ini mandek dan tidak pernah diakomodir.

Merespons kondisi organisasi yang dinilai krisis legitimasi ini, Arsyad Soke menegaskan bahwa gelombang desakan dari bawah untuk melakukan pergantian ketua sudah tidak terbendung lagi.

Kongres dianggap sebagai satu-satunya jalan konstitusional yang rasional untuk menyelamatkan marwah organisasi.

“Atas dasar saran dan masukan dari gelombang kekecewaan anggota, kemungkinan besar dalam waktu dekat akan dilakukan kongres untuk mengganti Ketua Serikat. Lagipula, kita memang memerlukan suasana kepengurusan dan sosok ketua yang baru agar roda organisasi ini tidak stagnan dan bisa kembali berpihak pada kepentingan buruh,” pungkas Arsyad.

Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi kepada Ketua Serikat Karyawan PT VDN, inisial B, terkait tuduhan pengelolaan hewan kurban dan desakan kongres ini masih terus diupayakan guna mendapatkan keberimbangan informasi (cover both sides).

Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA