Foto bersama usai kunjungan akademik di Sydney Australia. RADARKENDARI.ID – Kendari, Sulawesi Tenggara – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Enam-Enam Kendari telah melangsungkan kunjungan akademik ke Australia.
Dalam kunjungan penting ini, rombongan berkesempatan bertemu langsung dengan Konsul Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Sydney, Bapak Pendekar Muda Leonard F. Sondakh, pada Selasa, 19 Agustus 2025.
Delegasi STIE Enam-Enam Kendari dipimpin oleh Ketua LLDikti Wilayah IX Sultan Batara, Bapak Dr. Andi Lukman, M.Si, didampingi oleh Ketua Yayasan Pembina Pendidikan Enam-Enam Bumi Kendari, Ichsanuddin Akbar, S.T., M.M., dan Ketua STIE Enam-Enam Kendari, Prof. Dr. H. Abd. Azis Muthalib, S.E., M.S.
Kunjungan ini bertujuan untuk memperluas wawasan internasional bagi sivitas akademika, serta menjajaki peluang kerja sama dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan sumber daya manusia.
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat, Konsul Jenderal RI menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif STIE Enam-Enam. Beliau menekankan pentingnya kolaborasi pendidikan antara Indonesia dan Australia, khususnya dalam menyiapkan kompetensi ekonomi dan bisnis yang relevan dengan tantangan global.
Sementara itu, Ketua STIE Enam-Enam Kendari, Prof. Dr. H. Abd. Azis Muthalib, menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat KJRI Sydney.
Ia menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan langkah awal untuk menjalin hubungan kelembagaan yang kuat dengan berbagai institusi pendidikan di Australia.
Selain berdialog dengan KJRI Sydney, rombongan STIE Enam-Enam juga dijadwalkan mengunjungi beberapa kampus dan lembaga pendidikan lain di Australia untuk memperluas jejaring dan membuka lebih banyak peluang kolaborasi di masa mendatang.
Kunjungan strategis ini diharapkan dapat memberikan manfaat signifikan bagi peningkatan mutu pendidikan di STIE Enam-Enam Kendari.
Melalui kerja sama internasional, kampus ini berkomitmen untuk mencetak lulusan unggul yang memiliki daya saing global, berkontribusi dalam peradaban dunia, serta membangun kerangka pendidikan bertaraf internasional.
Editor : Agus Setiawan
Tidak ada komentar