Julie Kaimuddin Bawa Tenun Sobi Sulawesi Tenggara “Terbang” ke Pasar Eropa

waktu baca 2 menit
Selasa, 11 Nov 2025 23:14 388 radarkendari.id

Jakarta  – Wastra tradisional Indonesia kembali menorehkan prestasi di kancah internasional.

Tenun Mahakarya Sulawesi Tenggara, melalui brand fesyen lokal Juka Studio dengan koleksi “Tenun Sobi”, berhasil menembus pasar global setelah sukses berpartisipasi dalam Discovering the Magnificence of Indonesia (DMI) Expo 2025 di Jaarbeurs, Utrecht, Belanda, pada 30 Oktober hingga 2 November 2025.

Keberhasilan ini tidak hanya mendongkrak popularitas kain tradisional, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi para perajin lokal di Sulawesi Tenggara.

Kali ini, Juka Studio yang dinakhodai oleh Julie Kaimuddin, tampil berbeda. Mereka berpartisipasi sebagai delegasi resmi, membawa dan mempromosikan produk kerajinan Sulawesi Tenggara dalam program business matching dan forum ekspor.

“Kami membawa dan mempromosikan karya produk kerajinan Sulawesi Tenggara dalam program business matching dan forum ekspor. Di antaranya B2B (business to business) dan B2C (business to consumer),” ungkap Julie Kaimuddin.

Kehadiran ini mewujudkan visi “Mahakarya tenun Sobi” untuk mempromosikan produk dan karya Sulawesi Tenggara di Pasar Eropa, dengan komitmen menciptakan produk dan desain yang menghargai keindahan estetika dan seni wastra nusantara.

Juka Studio, didirikan pada tahun 2023, berfokus pada produksi pakaian industri kreatif. Julie Kaimuddin, seorang perancang busana berpengalaman 10 tahun, secara konsisten memadukan warisan budaya Indonesia dalam setiap desainnya.

Dalam peragaan busana yang berkolaborasi dengan Lily Tenun Galeri, Julie Kaimuddin memperkenalkan koleksi terbarunya, LINTAS SENJA. Koleksi ini dinilai berhasil: Mengharmonisasikan garis-garis tegas dengan pola geometris dalam palet warna musim gugur yang hangat.

Selanjutnya, menampilkan mantel (coat) yang terbuat dari kain warisan Sulawesi Tenggara, dengan motif yang melambangkan kebanggaan Suku Tolaki dan menciptakan siluet yang dinamis, minimalis, modern, dan abadi.

Melalui desain inovatif yang memadukan motif tradisional dengan potongan modern, brand ini sukses menarik perhatian konsumen global yang menghargai keunikan dan kualitas produk etnik.

Produk unggulan Juka Studio, khususnya mantel Heritage, berhasil terjual dengan baik dan mendapat respons positif dari konsumen di Belanda.

Hal ini membuktikan penerimaan pasar internasional yang tinggi terhadap desain dan keunikan produk wastra Tenun Sobi Sulawesi Tenggara.

Kesuksesan ini membawa dampak langsung yang signifikan bagi komunitas perajin mitra.

“Kami bekerja sama dengan beberapa perajin, UMKM tenun di Sulawesi Tenggara. Dengan adanya permintaan global, produksi kami meningkat yang secara langsung meningkatkan kesejahteraan perajin dan keluarga mereka,” jelas Julie.

Julie Kaimuddin menekankan bahwa dengan inovasi, kualitas produk yang terjaga, dan pemanfaatan teknologi, warisan budaya nusantara memiliki potensi besar untuk bersinar di panggung dunia. “Hal ini adalah membangun masa depan wastra Indonesia di pasar global,” tutupnya.

Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA