Kadistanak Sultra Sebut, Sektor Tanaman Pangan Pilar Penting Kestabilan Pangan di Bumi Anoa

waktu baca 4 menit
Senin, 2 Sep 2024 11:23 106 radarkendari.id

RADARKENDARI.ID -Sektor tanaman pangan memegang peran yang sangat penting dalam menjaga kestabilan pangan, terutama di wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra). Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Kadistanak) Provinsi Sultra, La Ode Muhammad Rusdin Jaya, saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Penyusunan Angka Tetap (ATAP) Produksi Tanaman Pangan Tahun 2023 yang diselenggarakan di Hotel Claro, Kendari, pada Kamis, 29 Agustus 2024.

Rakor ini berlangsung selama dua hari, dari 29 hingga 30 Agustus, dan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sultra, pejabat eselon III Distanak Sultra, serta pengolah data statistik tanaman pangan dari dinas pertanian tanaman pangan kabupaten/kota se-Sultra.

Dalam sambutannya, La Ode Muhammad Rusdin Jaya menegaskan bahwa sub sektor tanaman pangan memiliki peran krusial dalam pengembangan pertanian di Provinsi Sulawesi Tenggara. Ia menyoroti bahwa jumlah produksi tanaman pangan merupakan salah satu Indikator Kinerja Utama (IKU) Distanak Provinsi Sultra.

Ketgam : Kepala Distanak Sultra, La Ode Muhammad Rusdin Jaya saat membuka Rakor  Penyusunan Angka Tetap (ATAP) Produksi Tanaman Pangan Tahun 2023 yang diselenggarakan di Hotel Claro, Kendari,  Kamis, (29/08/2024).

Rusdin juga menekankan pentingnya data yang valid dan akuntabel dalam pengambilan keputusan, sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia (SDI).

“Perpres ini menegaskan kembali peran data sebagai dasar perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, hingga pengendalian pembangunan,” ujarnya.

Lebih lanjut, mantan Kepala Biro (Karo) Pembangunan Setda Sultra ini menyampaikan bahwa pada tahun 2023, Sensus Pertanian telah dilaksanakan, dengan hasil yang dirilis secara resmi pada 9 Agustus 2024. Menurutnya, hasil Sensus Pertanian 2023, khususnya pada sub sektor tanaman pangan, menunjukkan dinamika yang cukup signifikan.

“Hasil ST 2023 ini khususnya sub sektor tanaman pangan cukup bergejolak, sehingga ini diharapkan jadi perhatian kita semua baik BPS selaku Pembina Data maupun Dinas sebagai Produsen Data di Provinsi dan Kabupaten/Kota sehingga perbedaan hasil pendataan bisa diminimalkan,” jelasnya.

Rusdin menambahkan bahwa Rakor ini bertujuan untuk menghasilkan Angka Tetap (ATAP) Produksi Tanaman Pangan tahun 2023. Meskipun demikian, ia menyebutkan bahwa untuk produksi tanaman pangan dari komoditas padi telah dicapai angka sebesar 479.410 ton pada tahun 2023, dengan luas panen sebesar 113.930 hektar dan rata-rata provitas sebesar 4,2 ton per hektar.

Lebih lanjut, Ia menggarisbawahi bahwa sub sektor tanaman pangan memainkan peran penting dalam menjaga kestabilan pangan di Sulawesi Tenggara. Menurutnya, produksi tanaman pangan juga sangat mempengaruhi inflasi di suatu daerah. “Oleh karena itu, saya menekankan perlunya penanganan yang tepat untuk mengatasi masalah yang muncul akibat penurunan produksi tanaman pangan,”tegasnya.

Ia juga menjelaskan berbagai upaya yang telah dilakukan untuk meningkatkan produksi tanaman pangan di Sulawesi Tenggara. Upaya-upaya tersebut meliputi perluasan Areal Tanam (PAT) di wilayah dengan potensi produksi tinggi, peningkatan Luas Tambah Tanam (LTT), pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi, pembangunan  dan peningkatan jalan usaha tani, serta bantuan saprodi seperti alat dan mesin pertanian (alsintan), pupuk, benih tanaman pangan, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pertanian, baik penyuluh maupun petani.

“Kesemua upaya kita ini tentunya tidak akan bisa berhasil jika tidak didukung oleh semua pihak sehingga keberhasilan peningkatan produksi tanaman pangan sangat ditentukan oleh kerja keras kita bersama,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Rusdin juga menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi, khususnya dalam era industri 4.0. Ia menyebutkan bahwa penggunaan aplikasi data berbasis website sangat membantu dalam pelaporan data bulanan yang mencakup produksi, produktivitas, luas tanam, maupun luas panen. Hal ini, menurutnya, penting untuk mendukung program-program pemerintah yang akan datang.

Rusdin juga mengajak para pengolah data tanaman pangan untuk terus memperbarui pengetahuan dan keterampilan mereka di bidang teknologi informasi serta ilmu teknis pertanian. Menurutnya, data yang akurat dan akuntabel adalah kunci dalam menentukan program, kegiatan, atau kebijakan yang akan dibuat.

Pertemuan ini, lanjut Rusdin, adalah salah satu upaya yang telah dilakukan untuk memperkuat koordinasi antara Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten/Kota dan BPS. Ia berharap bahwa melalui koordinasi yang baik, dapat dihasilkan data yang berkualitas, yang pada gilirannya akan membantu dalam perumusan kebijakan yang lebih baik.

“Selain itu, diharapkan dapat diperoleh informasi lebih dalam lagi terkait faktor-faktor penyebab dan justifikasi capaian produksi untuk menghasilkan rumusan capaian produksi yang lebih baik dan dapat dipertanggungjawabkan,” pungkasnya. (adm)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA