Kakanwil Kemenag Sultra Harap Masjid Percontohan Jadi Benteng Pembinaan Generasi Muda dari Radikalisme

waktu baca 2 menit
Jumat, 5 Des 2025 12:43 8 radarkendari.id

RADARKENDARI.ID — Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara, H Mansur menegaskan pentingnya peran masjid sebagai pusat pembinaan generasi muda dan benteng dari paham radikalisme.

Hal ini disampaikannya saat membuka kegiatan Pembinaan Masjid Percontohan Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2025 di Hotel Plaza Qubra Kendari, Rabu (03/12/2025).

Acara pembinaan tersebut dihadiri oleh Kepala Bidang bersama Katim Kerja, JFT, dan Pelaksana pada Bidang Urais Kanwil Kemenag Sultra, Ketua Umum MUI Sultra, serta para Operator Simas pada Kantor Kemenag Kab/Kota dan Operator KUA se-Sultra.

Dalam sambutannya, Kakanwil H Mansur mengingatkan bahwa fungsi masjid jauh melampaui tempat ibadah semata.

Sejak zaman Rasulullah SAW, masjid telah menjalankan multifungsi sebagai pusat interaksi sosial, pendidikan, bahkan politik dan ekonomi.

Mansur menekankan bahwa masjid memiliki peran vital dalam membentuk identitas spiritual masyarakat, tidak hanya merawat hubungan dengan Tuhan, tetapi juga memperkuat silaturahmi.

Selain itu, masjid juga berkontribusi pada ekonomi umat melalui pengumpulan dan distribusi zakat, infak, dan sedekah (ZIS), serta menjadi pusat kajian keislaman.

Lebih lanjut, Mansur mendorong agar fungsi masjid diperluas menjadi pusat layanan sosial, seperti konsultasi keluarga, ramah anak, dan ramah disabilitas (Green Mosque), serta menjadi pusat kerukunan dan moderasi.

“Jangan sampai Masjid yang diharapkan menjadi pusat moderasi dan persatuan, malah menjadi pusat dibangunnya radikalisme,” tegas Mansur.

Ia menyoroti bahwa radikalisme kini telah menyasar generasi muda, bahkan melalui media sosial. Oleh karena itu, penguatan fungsi masjid sangat krusial.

Mansur mengimbau para pengurus dan pengelola masjid untuk senantiasa melakukan mitigasi agar fungsi masjid tidak berubah, melainkan bertransformasi menjadi pusat dakwah Islam yang Wasathiyah (moderat) dan pusat informasi yang benar.

“Mari tingkatkan fungsi masjid kita, menjadi masjid yang memberikan kenyamanan dan tempat untuk pembinaan generasi muda,” tutupnya, berharap masjid percontohan dapat menjadi teladan dalam menjaga kemuliaan dan fungsi dakwah yang benar.

Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA