Ipda Ariel Mogens Ginting saat berada di TKP Kebakaran di Kota Kendari. KENDARI — Nama Ipda Ariel M. Ginting, S.Tr.K., belakangan ini kerap menjadi perbincangan hangat di lingkungan Polda Sulawesi Tenggara (Sultra).
Di usianya yang baru menginjak 24 tahun, perwira muda lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 2023 ini telah mengukir catatan prestasi yang impresif.
Mulai dari menjinakkan teror, membongkar jaringan narkoba, hingga mengusut kejahatan digital, Ariel membuktikan bahwa usia muda bukanlah halangan untuk memikul tanggung jawab besar.
Pria kelahiran Batam, 7 November 2001 ini memang sudah mencuri perhatian sejak awal kariernya.
Ia lulus sebagai Taruna Akpol tahun 2019 dari Polda Kepulauan Riau dengan predikat ranking 1 seleksi.
Menariknya, di tahun yang sama, ia juga dinyatakan lulus di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui jalur SBMPTN.
Haus akan ilmu, di tengah kesibukan dinasnya yang super padat, ia kini bahkan sedang merampungkan tesis S-2 di Universitas Airlangga untuk meraih gelar Magister Sains (M.Si).
Dari Pasukan Elit Wanteror hingga Pengawal Capres
Perjalanan dinas IPDA Ariel di bumi Anoa dimulai pada Juli 2023. Tak butuh waktu lama, ia langsung diterjunkan ke satuan elit sebagai Paops Subden II Dengegana Satbrimob Polda Sultra.
Di lingkungan Gegana, Ariel kerap dipercaya menjadi Komandan Tim (Dantim) Perlawanan Teror (Wanteror) untuk operasi-operasi berisiko tinggi.
Ketangguhan mentalnya diuji saat ia ditunjuk sebagai pengawal pribadi (walpri) Calon Presiden pada Pemilu 2024 serta masuk dalam Tim Escape Ring 1 pengamanan VVIP.
“Pengalaman di lapangan sersan (sersan kepala/taruna) hingga Brimob membentuk karakter yang disiplin, tenang di bawah tekanan, dan cepat membaca situasi,” ujar seorang rekan sejawatnya.
Gempur Narkoba: Konsisten 10 Kasus Tiap Bulan
Juli 2024 menjadi babak baru bagi Ariel saat ia bergeser ke Polresta Kendari. Dipercaya menjabat sebagai Ps. Kanit 1 Satresnarkoba, ia memimpin Tim Narko 10.
Di bawah komandonya, Tim Narko 10 menjadi momok menakutkan bagi para bandar dan kurir.
Ariel berhasil menjaga ritme pengungkapan perkara secara konsisten, dengan rata-rata minimal 10 kasus narkotika digulung setiap bulannya.
Baginya, memberantas narkoba bukan sekadar menangkap pelaku, melainkan memotong mata rantai jaringan yang meresahkan warga Kendari.
Membongkar Skandal Besar di Unit Tipidter
Prestasi di lini narkoba membawa Ariel mendapat promosi sebagai Kanit Tipidter (Tindak Pidana Tertentu) Satreskrim Polresta Kendari.
Di sinilah namanya semakin berkibar karena menangani kasus-kasus sensitif yang bersentuhan langsung dengan hajat hidup orang banyak.
Beberapa skandal besar yang sukses ditanganinya antara lain:
Tidak hanya di meja penyidikan, IPDA Ariel juga turun tangan membantu Pemerintah Kota Kendari dalam mitigasi dan penyelesaian masalah banjir guna menjaga iklim investasi kota tetap kondusif.
Babak Baru di Ditsamapta Polda Sultra
Setelah mengukir rapor hijau di Polresta Kendari, per 29 April 2026, IPDA Ariel M. Ginting menerima amanah baru sebagai Panit Unit I Siturjawali Subditgasum Ditsamapta Polda Sultra.
Pergeseran ini merupakan bagian dari penyegaran organisasi Polri. Meski kini beralih ke fungsi preventif (pencegahan), modal kuat sebagai seorang reserse yang tajam dalam membangun konstruksi hukum dan memimpin tim lapangan diyakini akan membuat performa Ariel tetap bersinar di tempat yang baru.
Kota Kendari telah menjadi saksi bagaimana seorang perwira muda memadukan kecerdasan akademik dengan keberanian lapangan. Perjalanan IPDA Ariel Ginting adalah potret regenerasi Polri yang presisi, cerdas, dan humanis.
Editor : Agus Setiawan
Tidak ada komentar