LAT Sultra Bakal Gelar Musyawarah Kerja Pusat di Kolaka, Fokus Program 5 Tahun dan Penguatan 25 Ormas Tamalaki

waktu baca 3 menit
Jumat, 7 Nov 2025 19:42 145 radarkendari.id

KENDARI – Lembaga Adat Tolaki (LAT) Sulawesi Tenggara (Sultra) akan menggelar Musyawarah Kerja Adat Pusat (Musker Lapus) di Kabupaten Kolaka pada tanggal 20 November 2025.

Acara yang rencananya akan dibuka langsung oleh Gubernur Sultra di Hotel Sutan Raja ini bertujuan membahas program kerja kepengurusan baru periode 2025-2030 serta memperkuat peran organisasi masyarakat (Ormas) Tamalaki di bawah naungan LAT.

Ketua Steering Committee (SC) Musyawarah Kerja LAT Sultra, Dr.Sarmadan, S.Sos., M.Si menjelaskan bahwa pemilihan Kolaka sebagai lokasi Musker adalah upaya perwakilan daerah.

“Karena kemarin musyawarah adat untuk pemilihan ketua itu di Konawe, maka kami putuskan untuk musyawarah kerja itu di Kolakaraya supaya terwakili dua daerah ini, yaitu Konawe Raya dengan Kolakaraya,” jelas Dr.Sarmadan.

Kepengurusan baru LAT dipimpin oleh Ketua Umum Dr.H. Lukman Abunawas, SH.,M.Si., MH dengan Sekretaris Dr.Basrin Melamba, S.Sd., MA. Musker yang direncanakan berlangsung satu hari penuh ini akan berfokus pada pembahasan program kerja dari 17 departemen di LAT untuk lima tahun ke depan.

Program kerja ini mencakup rencana tahunan, menengah (2-3 tahun), dan lima tahunan.

Menurut Dr.Sarmadan, program kerja mendesak yang akan dilakukan adalah penataan organisasi dan peningkatan kapasitas lembaga adat di tingkat kabupaten/kota hingga desa.

Penguatan ini bertujuan untuk menjaga adat dan budaya Tolaki berlandaskan falsafah tertinggi, yaitu Kalosara.

Ia juga menekankan prinsip hidup Tolaki: “Falsafah hidup kita yaitu Inae Konasara, Iye Pinesara, Inae Liyasara, Iye Pinekasara. Siapapun yang menyimpang di nilai-nilai adat. itu akan mendapatkan sanksi, boleh sanksi adat, boleh juga sanksi-sanksi sosial yang lain,” tegasnya.

Prinsip ini berlaku internal maupun eksternal, memastikan kedamaian dan kerukunan.

Wakil Ketua LAT Sultra Bidang D8, Abdul Jalil Bionda, STP yang juga Penanggung Jawab Wilayah Kolaka Raya, mengungkapkan bahwa kegiatan Musker juga akan menandai penguatan organisasi ketamalakian.

“Selama ini ormas-ormas ketamalakian itu berdiri sendiri, tidak di bawah naungan lembaga adat Tolaki. Alhamdulillah, dari rincian yang kami dapat, kurang lebih sudah 25 ormas yang menyatakan siap bergabung di bawah naungan LAT,” kata Abdul Jalil.

Pada kegiatan ini, 25 ormas yang bergabung tersebut akan menandatangani MoU perjanjian kerja sama, ikrar, dan pemasangan pin.

Tujuannya adalah untuk membikinkan format baku rekrutmen keanggotaan agar lebih terseleksi, dan mengarahkan mereka untuk berwirausaha serta menyelenggarakan pawai budaya secara berkala (6 bulan atau 3 bulan sekali).

“Kami harap mereka memberikan nilai seni di dalam hal keorganisasian ormas ini, bukan sekadar adu fisik,” tambahnya.

Kegiatan Musker ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Kolaka. Diperkirakan peserta yang hadir mencapai lebih dari 1.500 orang, termasuk semua tokoh masyarakat dan Forkopimda Sultra.

Abdul Jalil berharap lembaga adat Tolaki dapat mewadahi semua kepentingan masyarakat adat dan bersinergi dengan pemerintah daerah dalam pembangunan.

Penulis : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA