Gubernur LIRA Sultra, Jefri Rembasa RADAR KENDARI – Dewan Pimpinan Wilayah Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kepala Badan Unit Layanan Pengadaan (ULP) untuk melakukan tender ulang pada paket proyek peningkatan Jalan di Bombana, Sulawesi Tenggara.
Tuntutan ini mencuat setelah pemenang tender, PT S dinilai memiliki rekam jejak buruk dan wanprestasi pada sejumlah proyek sebelumnya.
Proyek infrastruktur di Kabupaten Bombana ini memiliki nilai pagu anggaran yang fantastis, yakni mencapai puluhan miliar di bawah satuan kerja instansi Pemprov Sultra. Namun, proses penentuan pemenang memicu polemik besar di masyarakat.
LIRA Sultra menemukan bahwa PT S keluar sebagai pemenang tunggal tanpa adanya perusahaan pembanding atau kompetitor yang sehat dalam proses lelang tersebut.
Kondisi ini dinilai mencederai prinsip keterbukaan dan persaingan sehat dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah.
Gubernur LIRA Sultra, Jefri Rembasa menegaskan bahwa penunjukan perusahaan tersebut sangat berisiko bagi keuangan negara dan kualitas infrastruktur daerah.
Berdasarkan data dan informasi lapangan, PT S diduga kuat pernah mengalami gagal kontrak dan wanprestasi pada beberapa proyek masa lalu.
“Kami meminta Kepala Badan ULP untuk bersikap tegas. Jangan memaksakan perusahaan yang cacat rekam jejaknya untuk mengelola uang rakyat puluhan miliar rupiah. Risiko mangkraknya proyek ini sangat tinggi,” ujar Jefri.
LIRA Sultra juga menuntut panitia segera menggelar tender ulang secara transparan, jujur, dan akuntabel guna mencari kontraktor yang benar-benar kompeten.
Hingga saat ini, masyarakat dan lembaga pemantau mendesak evaluasi total terhadap seluruh tahapan lelang.
“kami juga meminta kepada (dinas terkait) untuk tidak menandatangani Surat Perintah Kerja kepada PT S agar potensi kerugian negara tidak terjadi lagi”. tutup Jefri.
Pewarta media ini terus menghubungi PT S untuk mendapatkan keterangan resmi terkait polemik ini.
Editor : Agus Setiawan
Tidak ada komentar