Menganyam Narasi dari Jogja untuk Akselerasi Ekonomi Sulawesi Tenggara

waktu baca 2 menit
Minggu, 30 Agu 2026 10:49 80 redaksi

RADAR KENDARI – Kekuatan sebuah produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta destinasi wisata kerap kali tidak hanya terletak pada fisiknya, melainkan pada cerita di baliknya.

Menyadari krusialnya peran narasi dalam menggerakkan roda ekonomi, Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Tenggara (Sultra) memboyong puluhan insan pers ke Kota Yogyakarta dalam agenda Capacity Building Media yang digelar pada 23-26 Maret 2026.

Yogyakarta dipilih bukan sekadar sebagai tempat berdiskusi, melainkan laboratorium hidup. Kota Gudeg ini dinilai sukses memadukan inovasi, kearifan lokal, dan tata kelola desa wisata mandiri yang disokong oleh ekosistem UMKM solid.

Melalui program ini, para jurnalis diajak menyelami teknik penyampaian pesan (storytelling) yang inspiratif dan berdampak.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sultra, Edwin Permadi, menjelaskan bahwa pendekatan komunikasi berbasis narasi dinilai sangat efektif untuk menyingkap potensi tersembunyi daerah.

“Pendekatan komunikasi berbasis narasi efektif untuk menyingkap cerita di balik produk UMKM dan penggerak desa wisata mulai dari perjuangan lokal, kearifan budaya, hingga nilai ekonomi yang dihasilkan. Dengan begitu, pesan yang disampaikan mampu menyentuh publik sekaligus menarik minat investor dan wisatawan,” ujar Edwin, Selasa (25/8/2026).

Kunjungan studi lapangan ini dirancang agar para insan pers dan pemangku kepentingan dapat menyerap secara langsung strategi pengembangan ekonomi kreatif yang telah teruji.

“Kami ingin melihat langsung bagaimana UMKM dan desa wisata di Yogyakarta bertumbuh. Harapannya, model bisnis, inovasi produk, serta strategi komunikasi di sini dapat menjadi sumber inspirasi untuk diadaptasi di Sulawesi Tenggara,” lanjutnya.

Penguatan kapasitas media ini menjadi pijakan strategis bagi BI Sultra dalam membangun ekosistem ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Ke depan, BI Sultra berkomitmen mendorong replikasi model sukses ini melalui kolaborasi antardaerah, khususnya dalam hal transfer pengetahuan, peningkatan standar mutu, dan akselerasi digitalisasi antara pelaku usaha di Sultra dan Jogja.

Langkah ini dipandang penting untuk melatih pelaku UMKM potensial di Sultra dalam mengemas produk unggulan daerah seperti kriya, kain tenun, dan pangan lokal agar memiliki daya saing tinggi di tingkat nasional.

Melalui agenda ini, peran jurnalis dioptimalkan sebagai mitra strategis yang mengawal publikasi program pemberdayaan ekonomi dan pariwisata Sultra secara konsisten.

“Melalui komunikasi yang efektif dan narasi yang kuat, pemberdayaan UMKM serta desa wisata di Sulawesi Tenggara diharapkan mampu melesat pesat dan memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” pungkas Edwin.

Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA