Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Sulawesi Tenggara bersama Bank Indonesia dan Pemerintah Daerah Kabupaten Konawe Kepulauan menggelar kegiatan edukasi keuangan di Desa Kekea, Kecamatan Wawonii Tenggara, 6 Mei 2026. KONAWE KEPULAUAN — Upaya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan terus diperkuat Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Sulawesi Tenggara bersama Bank Indonesia dan Pemerintah Daerah Kabupaten Konawe Kepulauan melalui kegiatan edukasi keuangan di Desa Kekea, Kecamatan Wawonii Tenggara, 6 Mei 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah strategis memperluas literasi dan inklusi keuangan, khususnya bagi masyarakat di wilayah kepulauan yang selama ini menghadapi tantangan akses layanan keuangan formal.
Selain itu, edukasi juga difokuskan untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap maraknya investasi ilegal dan berbagai modus kejahatan keuangan digital.
Deputi Kepala OJK Sultra, Indra Natsir Dahlan mengatakan, rendahnya tingkat literasi keuangan masih menjadi tantangan di tengah meningkatnya pertumbuhan sektor UMKM di masyarakat.
Ia mengungkapkan, berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2025, terdapat kesenjangan sebesar 14,05 persen antara indeks inklusi keuangan sebesar 80,51 persen dan indeks literasi keuangan yang baru mencapai 66,46 persen.
Kondisi tersebut menunjukkan masyarakat telah banyak menggunakan layanan keuangan, namun belum sepenuhnya memahami manfaat maupun risiko produk keuangan yang digunakan.
“Karena itu masyarakat perlu dibekali pemahaman agar mampu mengambil keputusan keuangan secara cerdas dan aman,” ujarnya dalam kegiatan tersebut.
Dalam edukasi itu, peserta mendapatkan pemahaman tentang pengelolaan keuangan yang bijak, mengenali ciri investasi legal dan logis, hingga cara menghindari penipuan keuangan berbasis digital.
Pemerintah Daerah Konawe Kepulauan turut mengapresiasi kegiatan tersebut. Asisten III Bidang Administrasi Umum dan Keuangan Setda Konawe Kepulauan, Abd. Pattah menilai edukasi keuangan sangat penting terutama bagi masyarakat pedesaan dan wilayah kepulauan.
Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus bersinergi bersama OJK dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan secara berkelanjutan.
Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari Bank Indonesia, PT BPD Sultra, perangkat daerah, camat, kepala desa, tokoh masyarakat hingga kelompok nelayan, petani, ibu rumah tangga dan pelaku UMKM.
Sebanyak 112 peserta mengikuti kegiatan dengan antusias, khususnya saat sesi diskusi mengenai investasi ilegal, akses pembiayaan KUR, SLIK dan perlindungan konsumen.
Analis Bank Indonesia Sultra, M. Fachrul Reza juga memberikan edukasi terkait penggunaan QRIS dalam mendukung transformasi digital sistem pembayaran serta memperkuat pertumbuhan ekonomi digital di daerah.
Selain itu, OJK turut memperkenalkan berbagai kanal layanan perlindungan konsumen seperti APPK, Indonesia Anti-Scam Center (IASC), hingga layanan SLIK melalui aplikasi iDebKu yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memperoleh informasi maupun menyampaikan pengaduan.
Melalui sinergi antara OJK, Bank Indonesia dan Pemerintah Daerah Konawe Kepulauan, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya penggunaan layanan keuangan formal yang aman, legal dan bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat kepulauan.
Editor : Agus Setiawan
Tidak ada komentar