Panggung Puisi Kabanti 2 Hadirkan Ruang Baru bagi Penyair Sultra di Tengah Arus Digital

waktu baca 2 menit
Sabtu, 28 Mar 2026 20:45 528 radarkendari.id

RADARKENDARI.ID – Di tengah derasnya arus digital yang kian mengubah cara manusia membaca dan memaknai karya sastra, Pustaka Kabanti Kendari menghadirkan ruang alternatif bagi para penyair melalui kegiatan Panggung Puisi Kabanti 2 yang akan digelar pada Minggu, 29 Maret 2026.

Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pukul 19.30 hingga 21.00 Wita dan akan disiarkan secara langsung melalui Instagram @pustaka.kabanti_sg, menjangkau audiens yang lebih luas tanpa batas ruang fisik.

Ketua Pustaka Kabanti Kendari, Syaifuddin Gani, menjelaskan bahwa kegiatan ini lahir dari kegelisahan atas semakin menyempitnya ruang-ruang pertemuan bagi penyair, khususnya di Sulawesi Tenggara.

Di tengah geliat literasi yang kian ramai, justru puisi dinilai menghadapi tantangan besar akibat dominasi konten digital yang serba cepat dan instan.

“Puisi membutuhkan ruang kontemplatif, sementara media sosial cenderung mendorong kecepatan dan visualitas. Di sinilah kami melihat pentingnya menghadirkan panggung khusus bagi penyair,” ujarnya.

Ia menambahkan, banyak penyair di daerah yang masih aktif berkarya, namun tidak memiliki medium yang cukup untuk menampilkan dan memperkenalkan karya mereka kepada publik luas.

Kondisi ini membuat eksistensi penyair kerap tenggelam di tengah rutinitas sehari-hari.

Melalui Panggung Puisi Kabanti 2, Pustaka Kabanti mencoba menjembatani kebutuhan tersebut dengan menghadirkan forum yang tidak hanya menjadi ajang pembacaan puisi, tetapi juga ruang dialog antara penyair dan publik.

Mengusung tema “Suara Lokalitas, Perdamaian, dan Kemanusiaan”, kegiatan ini menegaskan bahwa nilai-nilai lokal tetap relevan dalam percakapan global.

Puisi diposisikan bukan sekadar karya estetis, tetapi juga sebagai medium etis yang merekam kearifan lokal, pengalaman historis, serta relasi manusia dengan alam dan sesamanya.

Edisi kedua ini secara khusus menghadirkan tiga penyair muda Sulawesi Tenggara, yakni Hartati dari Kabupaten Buton, Marwan Ma’ani dari Kota Kendari, dan Zulyah dari Kota Baubau.

Selain membacakan karya, para penyair juga akan terlibat dalam diskusi serta sesi tanya jawab bersama peserta.

Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari Panggung Penyair Kabanti yang pertama kali digelar pada 2018.

Perubahan nama menjadi Panggung Puisi Kabanti menandai semangat baru dalam merespons perkembangan zaman, sekaligus menjaga kesinambungan tradisi sastra lokal.

“Ini bukan sekadar acara, tetapi upaya merawat ingatan kolektif dan menghadirkan kembali puisi sebagai ruang hidup yang relevan di masa kini,” tutup Syaifuddin.

Dengan konsep yang memadukan akar lokal dan teknologi digital, Panggung Puisi Kabanti 2 diharapkan menjadi ruang pertemuan yang mampu menghidupkan kembali semangat kepenyairan di Sulawesi Tenggara, sekaligus membuka jalan bagi karya-karya lokal untuk dikenal lebih luas.

Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA