Proyek pengaman pantai sepanjang 1,6 kilometer di kawasan Sarana Olahraga (SOR) La Ode Pandu, yang dibiayai APBN dengan anggaran Rp28 miliar, telah rampung total. RADARKENDARI.ID – Garis pantai Kota Raha kini tampil dengan wajah baru. Proyek pengaman pantai sepanjang 1,6 kilometer di kawasan Sarana Olahraga (SOR) La Ode Pandu, yang dibiayai APBN dengan anggaran Rp28 miliar, telah rampung total.
Dikerjakan oleh PT Pinar Jaya Perkasa (PJP), proyek ini menjadi tameng utama melindungi kawasan pesisir dari ancaman abrasi dan banjir rob.
Lokasi strategis di jantung pesisir Muna membuat proyek ini sangat penting, karena di sekitarnya terdapat jalan utama kota, Masjid Agung Raha, pemukiman warga, dan kawasan komersial.
Tokoh Pemuda Muna, Tayeb, menyatakan bahwa proyek ini adalah bukti negara hadir di daerah, dengan dukungan penuh dari Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV Kendari.
“Pekerjaan diselesaikan untuk tahun anggaran 2025 dengan tujuan jelas melindungi aset strategis dan pemukiman warga,” ujar Tayeb pada Rabu (11/2/2026).
Selain proteksi, pantai juga menjadi lebih estetis dan ramai dikunjungi warga untuk berolahraga dan bersantai.
Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ridwan Bae, dan Bupati Muna, Bachrun Labuta, turut memberikan perhatian serius dengan meninjau langsung progres pembangunan. “Proyek ini mengangkat wajah Kota Raha,” tegas Tayeb.
Bendungan Laiba Dorong Ketahanan Pangan
Tak hanya di sektor pesisir, APBN juga memberikan manfaat di sektor darat. Proyek Bendungan Daerah Irigasi (DI) Laiba di Kecamatan Parigi telah selesai rehabilitasi di sejumlah titik termasuk Kolasa dan Labulubulu. Sebagai proyek strategis nasional, ia menjadi penopang produksi beras daerah.
“Ini sejalan dengan program Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Anggaran berhasil diperjuangkan dan sudah tuntas,” kata Tayeb. Manfaatnya mencakup sistem irigasi yang lebih baik, pengendalian banjir, dan penyediaan air baku bagi petani.
Humas BWS Sulawesi IV Kendari, Rahmat, menegaskan kedua proyek telah memberikan manfaat nyata. Ia juga membantah tudingan dugaan penyalahgunaan solar subsidi yang dinilai tidak berdasar.
“Semua pekerjaan sesuai aturan. Pada tahun 2026, pembangunan jaringan irigasi Laiba akan dilanjutkan untuk mengoptimalkan penyiraman persawahan,” tambah Rahmat.
Dengan demikian, Kabupaten Muna semakin siap menghadapi perubahan iklim, sekaligus berpotensi menjadi simpul ekonomi dan wisata di Sulawesi Tenggara.
Editor : Agus Setiawan
Tidak ada komentar