Pemantauan Hilal Ramadan 1447 H Digelar Selasa 17 Februari, Sultra Fokus di Pantai Watubangga Kolaka

waktu baca 2 menit
Senin, 16 Feb 2026 23:32 244 radarkendari.id

RADARKENDARI.ID – Kementerian Agama (Kementerian Agama) akan menggelar pemantauan hilal (rukyatul hilal) awal Ramadan 1447 Hijriah pada Selasa, 17 Februari 2026, serentak di 96 titik di seluruh Indonesia.

Di Sulawesi Tenggara, perhatian tertuju pada Pantai Watubangga, Kecamatan Tanggetada, Kabupaten Kolaka, yang menjadi lokasi resmi pengamatan.

Pemantauan hilal menjadi momen krusial dalam penentuan awal Ramadan. Hasil rukyat dari berbagai daerah akan dibahas dalam sidang isbat yang dilaksanakan pada hari yang sama di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama RI, Jakarta.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, menegaskan bahwa sidang isbat merupakan forum yang mengedepankan kehati-hatian, keilmuan, dan kebersamaan umat.

“Sidang isbat mempertemukan data hisab dengan hasil rukyatul hilal. Pemerintah memastikan penetapan awal Ramadan dilakukan secara ilmiah, transparan, dan melibatkan seluruh unsur terkait,” ujarnya.

Hilal Secara Hisab Masih di Bawah Ufuk

Berdasarkan perhitungan hisab, ijtimak (konjungsi) menjelang Ramadan 1447 H terjadi pada 17 Februari 2026 pukul 19.01 WIB.

Saat matahari terbenam di seluruh wilayah Indonesia, posisi hilal diperkirakan masih berada di bawah ufuk, dengan ketinggian berkisar antara -2° 24’ 42’’ hingga -0° 58’ 47’’ dan sudut elongasi 0° 56’ 23’’ hingga 1° 53’ 36’’.

Secara teoritis, kondisi tersebut belum memenuhi kriteria visibilitas hilal yang digunakan (seperti MABIMS). Namun, rukyatul hilal tetap dilaksanakan untuk melengkapi dan mengonfirmasi data hisab.

Sultra Andalkan Pantai Watubangga

Di Sulawesi Tenggara, pengamatan hilal akan dipusatkan di Pantai Watubangga, Kolaka – lokasi yang dikenal memiliki bentang ufuk barat yang relatif terbuka.

Tim pengamatan melibatkan Kanwil Kemenag Sultra, Kemenag kabupaten/kota, Pengadilan Agama, serta perwakilan ormas Islam.

Pantai Watubangga bukan sekadar titik koordinat astronomi, tetapi juga menjadi simbol partisipasi daerah dalam agenda nasional keagamaan.

Jika cuaca mendukung, pengamatan di wilayah pesisir ini diharapkan memberikan kontribusi penting bagi sidang isbat.

Sidang Isbat Libatkan Banyak Pihak

Sidang isbat di Jakarta akan dihadiri berbagai unsur, antara lain perwakilan Mahkamah Agung, DPR RI, Majelis Ulama Indonesia, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), BRIN, hingga pakar falak dari berbagai organisasi Islam.

Keputusan resmi penetapan 1 Ramadan 1447 H akan diumumkan pemerintah melalui konferensi pers usai sidang.

Abu Rokhmad menambahkan, hasil hisab dan rukyat akan dibahas secara menyeluruh sebelum keputusan diambil.

“Keputusan akhir akan disampaikan kepada masyarakat agar menjadi pedoman bersama umat Islam di Indonesia,” tegasnya.

Dengan digelarnya rukyatul hilal pada Selasa nanti, umat Islam – termasuk di Sulawesi Tenggara – menanti kepastian awal bulan suci, yang selalu menjadi momen penuh harap, khidmat, dan kebersamaan.

Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA