Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari melalui Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) kembali menggelar program unggulan yang telah dinantikan masyarakat, yaitu Gerakan Pangan Murah (GPM). RADARKENDARI.ID – Menyambut kedatangan Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah Tahun 2026 Masehi, Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari melalui Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) kembali menggelar program unggulan yang telah dinantikan masyarakat, yaitu Gerakan Pangan Murah (GPM).
Kegiatan yang bertujuan untuk menstabilkan pasokan dan harga komoditas pangan sekaligus membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan persiapan bulan puasa ini akan berlangsung mulai hari Senin, 09 Februari 2026 hingga hari Jumat, 13 Februari 2026.
Lokasi yang dipilih sebagai tempat pelaksanaan adalah Pelataran Parkir Kantor Balai Kota Kendari, dengan jam operasional mulai pukul 08.00 Wita hingga selesai sesuai dengan ketersediaan stok barang.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari, Abdul Rauf, menjelaskan bahwa pelaksanaan Gerakan Pangan Murah kali ini tidak terlepas dari kerja sama sinergis antara berbagai institusi dan pihak terkait.
“Kami sangat bersyukur, karena Gerakan Pangan Murah tahun ini dapat terlaksana berkat dukungan penuh dari berbagai mitra kerja, antara lain Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Tenggara, Bulog Perwakilan Kendari, Bapanas serta dukungan dari pihak swasta seperti Teh Botol Sosro, ID Food, dan juga program Pasar Tani yang telah menjadi bagian integral dari upaya pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat,” ungkap Abdul Rauf, Rabu (04/02/2026).
Menurutnya, program ini dirancang bukan hanya sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap kesejahteraan masyarakat jelang bulan puasa, tetapi juga sebagai upaya konkret dalam mengendalikan laju inflasi yang seringkali meningkat menjelang musim kemarau dan bulan Ramadan.
“Kita semua tahu bahwa menjelang Ramadan, biasanya terjadi peningkatan permintaan akan bahan pangan yang cenderung menyebabkan kenaikan harga. Melalui Gerakan Pangan Murah, kami berusaha untuk menekan tekanan kenaikan harga tersebut dengan menyediakan pasokan yang memadai dan harga yang jauh lebih terjangkau dibandingkan dengan di pasar umum,” jelasnya.
Abdul Rauf menambahkan bahwa stok bahan pangan yang disiapkan untuk acara ini telah dipastikan dalam jumlah yang cukup besar agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Kendari dan sekitarnya.
“Harga beras yang biasanya beredar di pasar pada kisaran harga tertentu, akan kami jual dengan harga spesial yang sangat kompetitif dan terjangkau, bahkan ada beberapa jenis beras yang dibanderol dengan harga di bawah harga eceran pasar umum hingga puluhan ribu rupiah per karung,” ungkapnya.
Selain beras, berbagai komoditas bahan pangan pokok lainnya juga akan disediakan dengan harga yang sama menariknya.
Di antaranya adalah telur ayam ras dengan kemasan grosir dan eceran, bawang merah dan bawang putih dalam jumlah besar, cabai merah dan cabai rawit, gula pasir, minyak goreng tepung terigu, serta berbagai jenis kebutuhan pokok lainnya seperti mie instan, dan juga bahan-bahan untuk memasak hidangan khas Ramadan.
“Kami juga bekerja sama dengan penyedia bahan makanan olahan yang telah memiliki izin edar yang sah, sehingga masyarakat tidak hanya mendapatkan bahan pangan mentah dengan harga murah, tetapi juga dapat memilih berbagai produk makanan olahan yang siap konsumsi atau siap masak dengan kualitas yang terjamin dan harga yang bersahabat,” tambah Kadis Ketapang tersebut.
Program Gerakan Pangan Murah ini juga mengusung tema yang sangat relevan, yaitu “Ayo, Kesinini Semua Boleh Berbelanja” yang diiringi dengan kampanye “Stop Boros Pangan” sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap isu pemborosan pangan yang masih menjadi permasalahan di berbagai daerah, termasuk Kota Kendari.
Masyarakat yang ingin berbelanja di acara Gerakan Pangan Murah dapat datang langsung ke lokasi pelaksanaan di Pelataran Parkir Kantor Balai Kota Kendari mulai hari Senin (09/02) hingga Jumat (13/02) 2026 mulai pukul 08.00 Wita.
Diharapkan dengan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah kali ini, masyarakat Kota Kendari dapat merasakan manfaat yang nyata, baik dari segi ketersediaan maupun harga bahan pangan, sehingga dapat menyambut Bulan Suci Ramadan 1447 H dengan lebih tenang dan khidmat dalam menjalankan ibadah puasa.
Selain itu, diharapkan juga program ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam upaya memenuhi kebutuhan pangan masyarakat dan menjaga stabilitas ekonomi lokal di masa depan.
Penulis : Agus Setiawan
Tidak ada komentar