Pemkot Kendari Siap Bangun TPST di Puuwatu, Solusi Atasi 256 Ton Sampah per Hari

waktu baca 4 menit
Senin, 20 Apr 2026 00:36 38 radarkendari.id

RADARKENDARI.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari bakal membangun Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Kecamatan Puuwatu sebagai langkah strategis dalam mengatasi persoalan sampah yang masih menjadi tantangan di ibu kota Sulawesi Tenggara (Sultra) tersebut.

Kepala Beppeda Kota Kendari, Muhammad Saiful didampingi Kadis PUPR Kota Kendari, Muhammad Jayadin saat menemui awak media di Balai Kota Kendari.

‎Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Kendari, Syaiful, mengungkapkan bahwa rencana pembangunan TPST ini bermula dari keikutsertaan pihaknya dalam pembahasan program pengelolaan sampah yang digagas Kementerian Dalam Negeri melalui program Local Service Delivery Improvement Program (LSDP).

‎“Sebenarnya pemenuhan administrasi kita sudah lengkap. Tinggal menunggu kapan Kemendagri meluncurkan program ini. Bisa saja tahun depan, kita masih menunggu,” ujar Syaiful, kemarin.

‎Ia menjelaskan, berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup (DLH), produksi sampah di Kota Kendari saat ini mencapai sekitar 256 ton per hari. Sementara kapasitas TPST yang direncanakan hanya mampu mengolah sekitar 100 ton sampah per hari.

‎“Kapasitas 100 ton per hari ini belum cukup. Masih ada sekitar 150 ton yang belum tertangani. Untuk itu, kami terus berupaya menjalin komunikasi dengan Kementerian PUPR agar ada dukungan tambahan penanganan sampah,” jelasnya.

‎TPST tersebut nantinya akan menghasilkan Refuse Derived Fuel (RDF), yakni bahan bakar alternatif yang diolah dari sampah padat. Produk ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah dari pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan.

‎Syaiful menambahkan, skema pendanaan proyek ini bukan hibah, melainkan menggunakan sistem reimbursement (rembes), di mana pembangunan dilakukan secara bertahap sebelum pencairan anggaran berikutnya. Pemkot Kendari sendiri telah menyiapkan dana awal sebesar Rp17 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

‎“Total perencanaan anggaran mencapai lebih dari Rp90 miliar. Pembangunan meliputi hanggar lengkap dengan sarana dan prasarana, termasuk alat berat, alat pengangkut, mesin pencacah, hingga fasilitas pemilahan sampah sampai menjadi RDF,” paparnya.

ASN Pemkot Kendari antusias mengikuti kegiatan kerja bakti yang dipimpin langsung Wali Kota Kendari, dr.Hj. Siska Karina Imran, SKM di Kawasan Eks MTQ, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

‎Lebih lanjut, ia menyebut pembangunan TPST ini merupakan bagian dari program nasional dalam mendukung penanganan sampah. Untuk daerah dengan produksi sampah di bawah 1.000 ton per hari seperti Kendari, tetap mendapat perhatian pemerintah pusat melalui berbagai skema bantuan.

‎“Program ini merupakan bagian dari dukungan terhadap program Presiden. Anggarannya juga didukung penuh dari kementerian,” pungkas Syaiful.

Untuk diketahui, Pemerintah Kota Kendari konsen penuntasan masalah sampah, terbaru Pemkot bakal menggelar rapat persiapan Rapat Kerja (Raker) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Komisariat Wilayah (Komwil) VI yang akan dilaksanakan pada 2–4 Juni 2026 di Kota Kendari mendatang.

Rapat persiapan tersebut berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting di Ruang Rapat Wali Kota Kendari, Balai Kota Kendari, Senin (13/4/2026).

Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM, yang juga menjabat sebagai Ketua APEKSI Komwil VI, dalam sambutannya menegaskan kesiapan Kota Kendari sebagai tuan rumah pelaksanaan raker tersebut. Ia menyampaikan bahwa agenda utama yang akan diusung dalam kegiatan ini adalah pembahasan terkait penanganan sampah, baik di tingkat nasional maupun daerah sepanjang tahun 2025.

“Tema yang akan kita angkat adalah bagaimana mencermati kondisi penanganan sampah, serta mendorong program pengelolaan sampah perkotaan berbasis partisipasi masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kolaborasi antar kota di wilayah Komwil VI yang terdiri dari 17 kota, guna merumuskan program-program solutif yang dapat diimplementasikan secara bersama. Selain itu, hasil raker ini juga akan menjadi bahan usulan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) APEKSI Tahun 2026 yang direncanakan berlangsung di Kota Medan.

Dalam aspek teknis, Pemerintah Kota Kendari terus mematangkan berbagai persiapan, mulai dari memastikan kehadiran kepala daerah dan delegasi, hingga menghadirkan narasumber dari berbagai pihak, seperti Kementerian Lingkungan Hidup, pengurus APEKSI Pusat, kalangan akademisi termasuk Rektor Universitas Bosowa, serta perwakilan kepala daerah, di antaranya Wali Kota Palu.

Wali Kota Kendari, dr.Hj.Siska Karina Imran meninjau kerja bakti yang dilaksanakan ASN Pemkot Kendari secara rutin setiap pekan.

“Kami juga memastikan kesiapan penginapan serta seluruh rangkaian kegiatan bagi para peserta. Koordinasi dengan Sekretariat APEKSI Komwil VI akan terus dilakukan, terutama terkait penyusunan protap dan materi kegiatan,” tambahnya.

Penulis : Herdy Suparmanto
Editor : Agus Setiawan
Referensi : kendarikota.go.id

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA