Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari, Abdul Rauf, saat live wawancara RRI Jakarta mengungkapkan bahwa gerakan pangan murah sejatinya telah dimulai sejak awal Januari 2026. Tujuannya untuk mendekatkan layanan pangan kepada masyarakat. RADARKENDARI.ID – Pemerintah Kota Kendari bergerak cepat melakukan langkah antisipasi guna menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan menjelang bulan suci Ramadan dan Idulfitri 2026.
Upaya ini dilakukan untuk membendung potensi lonjakan harga yang biasanya terjadi akibat peningkatan permintaan masyarakat.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari, Abdul Rauf, saat live wawancara RRI Jakarta mengungkapkan bahwa langkah strategis ini sejatinya telah dimulai sejak awal Januari 2026.

Masyarakat rela antri untuk mendapatkan beras harga terjangkau di Pelataran Balai Kota Kendari.
Hingga saat ini, pemerintah telah menggelar Gerakan Pangan Mandiri sebanyak 20 kali yang tersebar di berbagai kelurahan.
“Mengingat tinggal satu minggu lagi kita memasuki puasa, tentu kebutuhan pangan akan meningkat. Untuk mengantisipasi gejolak harga, kami mengadakan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang cukup besar di halaman Kantor Wali Kota Kendari,” ujar Abdul Rauf.
Keberhasilan GPM ini tidak lepas dari kolaborasi apik dengan berbagai pihak eksternal, di antaranya: Bank Indonesia (BI), Bulog, Baznas, Mitra swasta seperti PT Sosro Indonesia dan PT Kalbe, Dukungan penuh dari Wali Kota Kendari.
Kegiatan yang dibuka oleh Asisten 1 Pemerintah Kota Kendari ini mendapat antusiasme tinggi dari warga, khususnya untuk mendapatkan komoditas utama seperti beras, gula, dan minyak goreng.
Masyarakat Kota Kendari tidak perlu khawatir mengenai ketersediaan bahan pokok. Abdul Rauf menegaskan bahwa berdasarkan laporan dari Bulog, stok beras di Kota Kendari sangat melimpah.
“Kalau untuk beras, stok kita cukup aman bahkan untuk satu tahun ke depan, atau sampai akhir tahun 2026,” tegasnya.
Begitu pula dengan ketersediaan gula pasir dan minyak goreng yang dipastikan dalam kondisi terkendali.
Selain melalui pasar murah, Pemkot Kendari juga mengoptimalkan peran 160 kios pangan yang tersebar di seluruh kelurahan, serta menjaga suplai di ritel modern dan pasar tradisional.
Abdul Rauf menambahkan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan seluruh camat dan lurah untuk memastikan distribusi pangan lancar, termasuk mengerahkan armada mobil daerah guna menjangkau titik-titik terjauh.
“Fokus kami bukan hanya kelurahan, bahkan sampai ke tingkat RT/RW, terutama di wilayah-wilayah yang tergolong kantong kemiskinan. Selama masyarakat membutuhkan, kami akan turun untuk mendekatkan pangan kepada mereka,” tutupnya.
Penulis : Agus Setiawan
Tidak ada komentar